JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah pada awal perdagangan Kamis (23/10/2025). Berdasarkan data pasar, rupiah turun 0,21 persen ke level Rp 16.620 per dolar AS, dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 16.585 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia pagi ini tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,24 persen, dolar Singapura turun 0,06 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,13 persen, dan baht Thailand melemah 0,12 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia naik 0,17 persen ke level 98,84. Adapun nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya menunjukkan hasil campuran: melemah 0,06 persen terhadap poundsterling Inggris di level Rp 22.109, namun menguat 0,03 persen terhadap dolar Australia di posisi Rp 10.750.
Analis pasar keuangan Lukman Leong mengatakan bahwa, pelemahan rupiah dipicu oleh meningkatnya sentimen risk off di pasar global akibat memanasnya kembali ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.“Tensi dagang memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan akan melarang penggunaan perangkat lunak asal AS untuk keperluan produksi di China,” ujar Lukman, Kamis (23/10/2025).
Menurut Lukman, kondisi tersebut mendorong pelaku pasar beralih ke aset-aset aman seperti dolar AS, sehingga menekan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Ia memproyeksikan, nilai tukar rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang Rp 16.550–Rp 16.650 per dolar AS, dengan potensi tekanan lanjutan apabila ketegangan geopolitik dan perdagangan global tidak mereda. (*)

Discussion about this post