SERANG, BANPOS – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Bina Bangsa (UNIBA) menorehkan sejarah baru dalam proses kaderisasi.
Sebanyak 103 mahasiswa mengikuti kegiatan Latihan Kader Satu (LK-1) yang berlangsung di Gedung Korpri Kabupaten Serang, kemarin. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di bawah naungan HMI Cabang Serang.
Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa yang ingin menempuh jenjang kaderisasi formal di HMI.
Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan ideologi keislaman, wawasan kebangsaan, serta pelatihan dasar kepemimpinan.
Ketua Umum HMI Komisariat UNIBA, Ariya Bima, mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi tanda tumbuhnya semangat baru di kalangan mahasiswa.
“Peserta yang mencapai lebih dari seratus orang ini bukan sekadar angka, tetapi cermin dari semangat dan keinginan kuat mahasiswa UNIBA untuk ikut berproses di HMI. Kami ingin mencetak kader yang punya karakter, nalar kritis, dan kepekaan sosial,” katanya kepada BANPOS, Selasa (21/10).
Menurut Ariya, pelatihan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga wadah penguatan nilai perjuangan dan ideologi di kalangan mahasiswa.
“Kami ingin memastikan kader HMI tidak hanya paham teori, tapi juga mampu turun langsung membawa perubahan di masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum HMI Cabang Serang, Eman Sulaeman, melalui Ketua Bidang Pembinaan Anggota (PA), Anang, memberikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan LK-1 di UNIBA.
“HMI Komisariat UNIBA menunjukkan semangat kaderisasi yang luar biasa. Kami di tingkat cabang tentu mendukung penuh dan berharap para kader baru ini bisa menjadi motor penggerak nilai keislaman dan keindonesiaan di kampus maupun di luar,” jelas Anang.
Hal senada disampaikan oleh Majelis Pengawas Konsultasi Pengurus Komisariat (MPKPK) HMI Komisariat UNIBA, Supandi.
Ia menilai keberhasilan LK-1 ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh kader.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari kekompakan panitia dan semangat peserta. Saya harap semangat yang muncul selama kegiatan ini bisa terus dijaga. Jadikan HMI bukan sekadar organisasi, tapi rumah perjuangan,” tandasnya. (*)

Discussion about this post