JAKARTA, BANPOS – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat peningkatan transaksi penjualan tiket secara online sebesar 6 persen sejak dimulainya kampanye Paperless pada 12 Oktober 2025. Kenaikan ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan digital dalam menggunakan Kereta Cepat Whoosh.
Sebelum kampanye Paperless berjalan, komposisi transaksi penjualan tiket Whoosh tercatat sebesar 79 persen online dan 21 persen offline. Setelah kampanye berlangsung, angka tersebut berubah menjadi 85 persen online dan 15 persen offline.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa tren positif ini mencerminkan perubahan perilaku masyarakat menuju layanan digital yang lebih efisien. “Peningkatan transaksi online sebesar 6 persen menunjukkan masyarakat semakin nyaman beralih ke sistem digital. Melalui penambahan kanal pemesanan seperti Jontru dan Trip.com, kami ingin memperluas jangkauan pasar agar layanan Whoosh semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan pengguna,” ujar Eva dalam keterangan tertulis, Selasa (21/10/2025).
KCIC menilai keberhasilan kampanye Paperless tidak lepas dari sejumlah langkah proaktif yang dilakukan perusahaan. Di antaranya dengan menyediakan layanan pendampingan di stasiun, sosialisasi edukatif melalui media, serta penugasan 40 petugas khusus di seluruh stasiun Whoosh untuk membantu penumpang yang belum terbiasa membeli tiket secara online.
Petugas tersebut memberikan panduan penggunaan aplikasi, cara mengakses tiket QR, hingga memastikan penumpang dapat melakukan boarding tanpa perlu mencetak tiket fisik. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kenyamanan dan adopsi digital di kalangan penumpang.
Melalui sistem Paperless, penumpang kini cukup menunjukkan tiket QR dari ponsel untuk dipindai di gate, tanpa perlu mencetak ulang tiket. Sistem ini mempercepat proses boarding, mengurangi risiko kehilangan tiket, serta menghemat penggunaan kertas secara signifikan di seluruh stasiun Whoosh.
Sebagai bagian dari penguatan kanal digital, KCIC juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan dua mitra baru, yakni Jontru dan Trip.com, pada 17 Oktober 2025. Kolaborasi dengan Jontru akan berfokus pada segmen penumpang korporat, sementara Trip.com menyasar penumpang internasional, terutama wisatawan mancanegara.
Kerja sama ini diharapkan memperluas akses pembelian tiket Whoosh dan memperkuat jaringan pemasaran digital di tingkat nasional maupun global. Pemesanan tiket melalui kedua mitra tersebut ditargetkan dapat dilakukan mulai akhir 2025.
“Melalui kampanye Paperless dan kolaborasi digital ini, KCIC terus berupaya menghadirkan perjalanan yang cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung ekosistem transportasi hijau dan berkelanjutan di Indonesia,” tutup Eva. (*)



Discussion about this post