Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Tumpuk Duit Triliunan di Bank, Pemerintah Daerah Disentil Purbaya

by Tim Redaksi
Oktober 21, 2025
in NASIONAL
Tumpuk Duit Triliunan di Bank, Pemerintah Daerah Disentil Purbaya

Menkeu Purbaya. Foro : Ist

JAKARTA, BANPOS – Sejumlah Pemerintah Daerah (Pemda) kena sentil Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa karena menumpuk uang triliunan rupiah di bank. Ulah Pemerintah daerah tersebut membuat ekonomi tidak berjalan dengan maksimal.

Sentilan itu disampaikan Purbaya dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, di kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025). Dalam rapat tersebut, Purbaya mengungkapkan, realisasi belanja APBD hingga kuartal III-2025 masih lambat. Padahal, Pemerintah Pusat sudah bergerak cepat menyalurkan anggaran ke daerah.

Baca Juga

Menkeu Purbaya: KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

Menkeu Purbaya: KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

November 4, 2025
Komisi XI DPR Dorong Sinkronisasi Data dan Pengelolaan Dana Daerah yang Lebih Baik

Komisi XI DPR Dorong Sinkronisasi Data dan Pengelolaan Dana Daerah yang Lebih Baik

Oktober 24, 2025
Ketua DPD Dorong Akur antara Kepala Daerah dan Menkeu soal TKD Tersimpan di Bank

Ketua DPD Dorong Akur antara Kepala Daerah dan Menkeu soal TKD Tersimpan di Bank

Oktober 23, 2025
Tokoh Pendiri Banten Minta Pemprov Jangan Iseng Ubah Warna Lambang Daerah 

Tokoh Pendiri Banten Minta Pemprov Jangan Iseng Ubah Warna Lambang Daerah 

Oktober 12, 2025

“Jadi jelas, ini bukan soal uangnya tidak ada, tapi soal kecepatan eksekusi,” sentil mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Purbaya mengatakan, lambatnya serapan belanja membuat dana daerah menumpuk di bank. Berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu), terdapat Rp 234 triliun uang simpanan Pemda di perbankan.

Purbaya pun meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan tim pengelola keuangan daerah lebih bijak mengelola dana tersebut. Ia mengingatkan, dana yang disimpan di bank harus secukupnya saja, agar tidak mengendap terlalu lama.

Dia juga Pemerintah daerah  mempercepat belanja produktif, tanpa perlu menunggu hingga akhir tahun. Purbaya lalu berbesar kepala daerah menjaga tata kelola dan integritas keuangan.

Sebab, hal ini erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat dan investor. “Sekali hilang, membangunnya butuh waktu lama,” ujar Purbaya.

Hingga September 2025, realisasi belanja APBD baru mencapai Rp 712,8 triliun atau 51,3 persen dari total pagu Rp 1.389 triliun. Angka itu turun 13,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Belanja pegawai tercatat stabil, hanya turun 0,7 persen. Namun, belanja modal anjlok menjadi Rp 58,2 triliun atau turun lebih dari 31 persen. Padahal, belanja modal berdampak langsung terhadap pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.

Belanja barang dan jasa turun 10,5 persen, sementara belanja lainnya merosot 27,5 persen. Angka ini, kata Purbaya, mencerminkan perlambatan eksekusi di banyak sektor.

Saya ingatkan, percepatan realisasi belanja, terutama yang produktif, harus digenjot dalam tiga bulan terakhir. Uang daerah jangan dibiarkan mengendap di kas atau deposito,” pesannya.

Purbaya juga menyinggung permintaan sejumlah gubernur yang ingin dana Transfer ke Daerah (TKD) ditambah. Melihat kondisi saat ini, ketika banyak Pemda menumpuk uang di bank, Kemenkeu ragu mau menambah TKD.

Ia menambahkan, bila pengelolaan keuangan daerah baik dan minim penyimpangan, APBD bisa ditingkatkan. “Saya bisa ajukan kenaikan TKD, tapi syaratnya tata kelolanya harus baik. Kalau jelek, saya nggak bisa ajukan. Presiden kurang suka kalau begitu,” katanya.

Menurut Purbaya, tanpa pengelolaan yang baik, Presiden Prabowo Subianto tidak akan menyetujui penambahan TKD. Karena itu, ia meminta para kepala daerah membangun rekam jejak pengelolaan keuangan yang bersih dan transparan.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian mengakui sejumlah daerah masih lambat merealisasikan belanja dalam APBD. Ada juga yang menunda pembayaran hingga akhir tahun. (*)

Source: tangselpos.id
Tags: Duit TriliunanMenkeuPemerintah daerahPurbaya
ShareTweetSend

Berita Terkait

Menkeu Purbaya: KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga
EKONOMI

Menkeu Purbaya: KSSK Pastikan Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

November 4, 2025
Komisi XI DPR Dorong Sinkronisasi Data dan Pengelolaan Dana Daerah yang Lebih Baik
PARLEMEN

Komisi XI DPR Dorong Sinkronisasi Data dan Pengelolaan Dana Daerah yang Lebih Baik

Oktober 24, 2025
Ketua DPD Dorong Akur antara Kepala Daerah dan Menkeu soal TKD Tersimpan di Bank
PARLEMEN

Ketua DPD Dorong Akur antara Kepala Daerah dan Menkeu soal TKD Tersimpan di Bank

Oktober 23, 2025
Tokoh Pendiri Banten Minta Pemprov Jangan Iseng Ubah Warna Lambang Daerah 
HEADLINE

Tokoh Pendiri Banten Minta Pemprov Jangan Iseng Ubah Warna Lambang Daerah 

Oktober 12, 2025
Mendagri Dorong Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan TBC
NASIONAL

Mendagri Dorong Kepala Daerah Prioritaskan Penanganan TBC

September 30, 2025
Dinamika Otonomi Daerah di Era Globalisasi dalam Sektor Ekonomi Daerah
VOX POPULI

Dinamika Otonomi Daerah di Era Globalisasi dalam Sektor Ekonomi Daerah

September 28, 2025
Next Post
Transaksi Online Whoosh Naik 6 Persen, KCIC Luncurkan Dua Kanal Baru

Transaksi Online Whoosh Naik 6 Persen, KCIC Luncurkan Dua Kanal Baru

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh