Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Supir Angkot Tolak Trans Banten

by Tim Redaksi
Oktober 16, 2025
in INTERNASIONAL
Supir Angkot Tolak Trans Banten

epala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo menemui massa aksi yang menolak Trans Banten karena dianggap merugikan para supir angkot, di KP3B Kota Serang, Rabu (15/10).

SERANG, BANPOS – Ratusan supir angkot dari beberapa kabupaten kota di Provinsi Banten menggelar aksi demonstrasi di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Rabu (15/10).

Aksi itu mendesak Pemprov Banten untuk mengevaluasi transportasi umum Trans Banten yang mulai aktif 4 Oktober 2025 lalu atau tepat pada perayaan Hari Ulang Tahun(HUT) ke-25 Tahun Provinsi Banten. Hal itu lantaran dengan adanya Trans Banten, pendapatan para supir angkot menjadi merosot tajam.

Baca Juga

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026
Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Februari 24, 2026

Berdasarkan pantauan di lokasi, supir-supir angkot itu memarkirkan kendaraannya di depan KP3B yang hampir menutup penuh satu ruas jalan. Kendaraan angkutan umum perkotaan (angkot) itu berjejer sepanjang kurang lebih 500 meter.

Dalam aksinya, para demonstran membentangkan spanduk dengan bertuliskan gedung ini disita rakyat. Banten adil merata hanya mimpi belaka supir angkot menderita.

Koordinator aksi dari Forum Komunitas Angkot Pabuaran Ciomas, khususnya Palima Cinangka (Sepalka), Geri Wijaya mengatakan, aksi tersebut digelar sebagai aksi protes atas keluh kesah para pengemudi angkot yang merasa tidak puas dengan program Trans Banten. Sebab, tidak memberikan ruang diskusi kepada para supir angkot yang terdampak dari program tersebut.

“Kenapa kita turun aksi? Pertama, kita sama-sama tahu bagaimana transportasi umum yang hari ini kian melemah, ditambah dengan adanya Trans Banten yang hari ini tidak melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pelaku transportasi umum. Yang kemudian menimbulkan polemik permasalahan pendapatan,” tegasnya kepada wartawan saat ditemui di sela-sela aksi demonstrasi.

Dia mengungkapkan, ditengah lesunya pengguna layanan transportasi angkot karena harus bersaing dengan angkutan berbasis online. Kini, para supir angkot itu juga harus bersaing dengan Bus Trans Banten yang kini masih uji coba dan dilaksanakan secara gratis hingga akhir tahun 2025.

“Dengan ditambahnya adanya Trans Banten, ini menjadi permasalahan yang serius. Bagaimana ketimpangan dan permasalahan sosial yang terus terjadi. Bagaimana pendapatan masyarakat hari ini yang dari sehari-harinya dapat Rp350 ribu, kini hanya mendapat Rp60 ribu sampai Rp150 ribu per hari. Belum lagi mereka harus setor terhadap pemilik transportasi umum,” jelasnya.

Geri menuturkan, para supir yang paling terdampak yakni angkot yang biasa melintas di jalur Ciomas dan Padarincang. Yang mana, para supir angkot itu hanya mengandalkan penumpang dari kalangan mahasiswa.

“Dengan hadirnya Trans Banten, tidak menimbulkan solusi aktif terkait permasalahan tata kelola transportasi umum,” tegasnya.

Dirinya mendesak, agar Pemprov Banten segera melakukan evaluasi secara keseluruhan. Terutama pada jam operasional dan juga rute yang akan dilewati. “Mengevaluasi program Trans Banten, baik dari jam operasional maupun rute yang nantinya akan dilewati,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Nurtopo saat menemui para massa aksi menyampaikan bahwa pihaknya akan menampung aspirasi dari para supir angkot tersebut. Ia juga mengungkapkan jika pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program layanan transportasi umum tersebut.

“Kita nanti akan lakukan evaluasi. Tapi saya tidak bisa kalau menghentikan layanan ini. Tapi pasti kita akan bahas dan kita akan evaluasi,” tandasnya. (*)

Source: RM.ID
Tags: angkotGeri WijayaPemprov BantenSepalka
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Intervensi Kerentanan Pangan, Pemprov Banten Salurkan Bantuan Beras dan Ayam untuk Ribuan Keluarga

Maret 6, 2026
PEMERINTAHAN

Gelontorkan Rp75 Miliar, dari PNS sampai PPPK Paruh Waktu Pemprov Banten Kebagian THR

Maret 5, 2026
PEMERINTAHAN

Pemprov Tidak Anggarkan THR untuk PPPK Paruh Waktu

Maret 4, 2026
Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso
PEMERINTAHAN

Pemprov Banten Prioritaskan Bantuan Benih Untuk Lahan Puso

Februari 24, 2026
Bappeda Se-Banten Sinkronkan Arah Pembangunan 2027
PEMERINTAHAN

Bappeda Se-Banten Sinkronkan Arah Pembangunan 2027

Februari 21, 2026
Andra Soni Tekankan OPD Responsif Saat Pemeriksaan BPK
PEMERINTAHAN

Andra Soni Tekankan OPD Responsif Saat Pemeriksaan BPK

Februari 19, 2026
Next Post
Mahasiswa Akuntansi UNPAM Serang Dampingi UMKM Perkuat Manajemen Keuangan

Mahasiswa Akuntansi UNPAM Serang Dampingi UMKM Perkuat Manajemen Keuangan

Discussion about this post

  • 315 Followers
  • 1.2k Subscribers
Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh