LEBAK, BANPOS – Viralnya kasus SMA Negeri 1 Cimarga yang menjadi perbincangan nasional membuat Pemerintah Kabupaten Lebak ingin mengembalikan kondisi mental Kepala Sekolah (Kepsek) dan lebih dari 600 siswa di sekolah tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Budi Santoso, mengatakan bahwa hal ini lantaran maraknya ‘cibiran’ netizen terhadap siswa.
“Atas peristiwa ini, nanti ibu Kepsek dan siswa terkait akan dibawa ke RSUD Adjidarmo untuk dilakukan konsultasi, pendampingan mental ke psikolog,” kata Budi saat melakukan pertemuan penyelesaian masalah di SMAN 1 Cimarga pada Kamis (16/10).
Ia menjelaskan, pihaknya juga akan mendatangkan psikolog ke sekolah itu untuk memberikan pendampingan dan pemulihan mental kepada seluruh siswa.
“Nanti kita akan bawa juga Psikolog ke sekolah. Karena banyak komentar di media sosial yang mem-blacklist 630 siswa di perguruan tinggi atau perusahaan. Nanti pendampingan dan pemulihan mental kita sediakan,” jelasnya.
Ia berharap, seluruh pihak termasuk media dapat meredakan persoalan ini agar tidak kembali memunculkan isu-isu lain yang dapat mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar.
“Persoalan ini sudah selesai. Jadi semua pihak, teman-teman media bisa membantu untuk menyebarkan informasi yang tepat kepada masyarakat luas,” tandasnya. (*)







Discussion about this post