SERANG, BANPOS – Menanggapi adanya peristiwa mogok sekolah di SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak karena adanya pemukulan oleh oknum kepala sekolah terhadap siswa yang ketahuan merokok di sekolah.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan jika pihaknya akan segera menonaktifkan oknum kepala sekolah di salah satu sekolah negeri milik Pemprov Banten tersebut.
Hal itu ia sampaikan usai kegiatan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Pendopo Gubernur Banten, KP3B.
“Akan segera di nonaktifkan,” tegasnya kepada BANPOS, Selasa (14/10).
Diberitakan sebelumnya, aktivitas belajar di SMA Negeri 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, lumpuh total pada Senin (13/10).
Aksi ini dipicu oleh dugaan pemukulan yang dilakukan kepala sekolah terhadap seorang siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
Kasus ini pun telah dibawa ke ranah hukum oleh orang tua korban.
Sementara berdasarkan pantauan di lokasi, seluruh ruang kelas tampak kosong tanpa kehadiran satu pun siswa.
Dari total 19 kelas yang ada, tak satupun melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria, membenarkan bahwa para siswa memang tidak masuk sekolah pada hari tersebut.
“Kami tetap bekerja sebagaimana mestinya. Sebagai ASN, tugas kami melayani. Saya juga sudah minta Wakasek untuk menyampaikan di grup agar kegiatan belajar tetap kondusif,” ujarnya.
Dini menjelaskan, aksi mogok tersebut diduga dipicu oleh isu yang beredar terkait dugaan tindakan kekerasan yang dialamatkan kepadanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihak sekolah sudah berupaya berkomunikasi dengan para orang tua siswa untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
“Informasinya memang seperti itu. Namun di baliknya, anak-anak ternyata punya cerita sendiri. Kami sudah mencoba menjalin komunikasi dengan wali murid,” katanya. (*)







Discussion about this post