Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Peran Seni Debus Banten Sebagai Media Pelestarian Nilai Kearifan Budaya Lokal

by Tim Redaksi
Oktober 7, 2025
in VOX POPULI
Peran Seni Debus Banten Sebagai Media Pelestarian Nilai Kearifan Budaya Lokal

Oleh: Hilda Fitriyanti
Mahasiswa Ilmu Pemerintahan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

SENI Debus dapat dipandang sebagai salah satu media pelestarian kearifan lokal yang paling menonjol di Banten. Keberadaan Debus bukan sekadar pertunjukan atraksi menegangkan, melainkan simbol identitas budaya masyarakat Banten yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam setiap penampilannya, Debus merefleksikan nilai-nilai yang sangat penting bagi kehidupan sosial, seperti keberanian, ketahanan mental, serta spiritualitas yang kuat.

Pesan moral yang disampaikan melalui Debus mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada keyakinan, kesabaran, dan kepasrahan kepada Tuhan. Nilai-nilai inilah yang membuat Debus mampu bertahan hingga kini sebagai cerminan kearifan lokal Banten yang penuh filosofi.

Baca Juga

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Februari 23, 2026
Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Februari 8, 2026

Debus berperan penting dalam menjaga kesinambungan budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Setiap kali pertunjukan Debus digelar, baik dalam konteks acara adat, perayaan keagamaan, maupun festival budaya, masyarakat diajak untuk kembali mengenang dan menghargai warisan leluhur.

Pertunjukan ini menjadi ruang di mana generasi tua dan muda dapat berkumpul, berbagi makna, dan memperkuat rasa kebersamaan. Dengan demikian, Debus tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk mempertegas identitas kolektif masyarakat Banten di tengah perubahan zaman.

Keberadaan Debus di era modern tidak luput dari tantangan. Salah satu persoalan yang muncul adalah risiko komersialisasi. Debus sering kali ditampilkan dalam acara pariwisata atau festival budaya hanya sebagai hiburan spektakuler tanpa disertai penjelasan mengenai makna filosofisnya. Hal ini berpotensi mengaburkan nilai-nilai luhur Debus dan menjadikannya semata tontonan.

Tantangan berikutnya datang dari generasi muda yang semakin akrab dengan budaya populer global. Musik modern, film, hingga hiburan digital membuat mereka lebih tertarik pada budaya luar dibandingkan tradisi lokal. Kondisi ini memunculkan pandangan bahwa Debus adalah tradisi kuno yang tidak lagi relevan dengan gaya hidup masa kini.

Stigma mistis juga menjadi persoalan serius. Sebagian masyarakat menilai Debus sebagai praktik magis atau kesaktian supranatural, sehingga lebih menyoroti aspek “kesaktian” para pemain ketimbang nilai budaya dan spiritual yang terkandung di dalamnya.

Pandangan semacam ini mempersempit makna Debus dan berpotensi menjauhkan generasi muda dari esensi sebenarnya. Padahal, Debus lahir bukan untuk memamerkan kekuatan mistis, melainkan untuk menanamkan nilai keberanian, spiritualitas, serta ketahanan hidup.

Namun ada secercah harapan di mana mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) membuktikan bahwa seni tradisional tidak pernah kehilangan tempatnya di hati generasi muda.

Mereka adalah Rahadian Faisal Hakim, mahasiswa Pendidikan PPKN yang menjadi Akang Civic 2025 dan Duta FKIP Terpilih 2025, serta Siti Dinda Rahayu, mahasiswa Ilmu Pemerintahan sebagai Nong Kesehatan Mental FISIP 2025, yang menjadikan seni Debus sebagai penampilan bakat dalam ajang Pemilihan Duta Untirta tahun 2025 (29/09/2025) dan ajang Kang Nong FISIP UNTIRTA 2025 (05/06/2025).

Langkah keduanya menjadi bukti bahwa panggung modern seperti ajang pemilihan mahasiswa berprestasi dapat menjadi media baru bagi pelestarian tradisi.

“Sedari kecil sudah diajarkan untuk melestarikan Pencak Silat dan Debus untuk terus menjadikannya kebudayaan kebanggaan Banten, khususnya bagi generasi muda yang akan menjadi penjaga dan pewaris budaya. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?” kata Rahadian sembari menegaskan bahwa tradisi dan modernitas bukan hal yang harus dipertentangkan, melainkan bisa berjalan berdampingan.

Komersialisasi juga menjadi ancaman serius, karena Debus sering diposisikan hanya sebagai tontonan wisata tanpa penekanan pada nilai filosofis dan spiritualnya. Kondisi ini berisiko menghilangkan ruh asli Debus yang sesungguhnya merupakan media pelestarian kearifan lokal.

Bagi Siti Dinda dalam hidupnya selalu tertanam untuk terus mempertahankan jati diri sebagai masyarakat asli Banten. “Buatku debus juga lebih dari sekedar atraksi ada filosofi keberanian, ketahanan, dan spiritual yang jarang dimiliki kesenian lain.”

Tentunya ini menjadikan pelestarian Debus sangat bergantung pada sejauh mana generasi muda, pemerintah daerah, serta para budayawan mampu melestarikan dan mengontekstualisasikan Debus sesuai perkembangan zaman.

Upaya pelestarian yang disertai edukasi tentang makna sejati Debus akan memastikan bahwa tradisi ini tidak hanya bertahan sebagai atraksi, tetapi tetap hidup sebagai warisan kearifan lokal yang memperkuat identitas budaya Banten di tengah arus modernisasi global. (*)

Tags: BantenDebusDebus BantenProvinsi Banten
ShareTweetSend

Berita Terkait

PEMERINTAHAN

Indikator Keberhasilan GPM Jaga Stabilitas Harga Dipertanyakan

Maret 5, 2026
Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa
PEMERINTAHAN

Dua Kali Dicuekin Gubernur dan Ketua DPRD Banten, Forum Guru Kecewa

Februari 28, 2026
Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba
HUKRIM

Di-tes Urine, Polda Banten Bebas Narkoba

Februari 23, 2026
Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug
POLITIK

Pengobatan Gratis PDI Perjuangan Hadir untuk Warga Walantaka dan Curug

Februari 8, 2026
Asik, WP Taat Bayar Pajak Kini Langsung Diganjar Hadiah
PEMERINTAHAN

Asik, WP Taat Bayar Pajak Kini Langsung Diganjar Hadiah

Februari 6, 2026
Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki
PEMERINTAHAN

Gubernur Andra: Kepala Daerah Harus Siap Dicaci Dimaki

Januari 29, 2026
Next Post
Redaktur BANTEN POS, Azmart Tusnedi

Harapan Tak Kunjung Usai

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh