SERANG, BANPOS – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panunggulan 2, Kabupaten Serang, Banten, Titi Fauziah menyatakan antuan layar digital pintar atau Interactive Flat Panel (IFP) berukuran 75 inci yang diterima telah membawa perubahan positif dan signifikan dalam kegiatan belajar mengajar.
“Sangat bermanfaat sekali. Alhamdulillah, (bantuan ini) memudahkan proses pembelajaran dan siswa juga senang menerimanya,” ujar Titi di Serang, Jumat (03/10/2025).
Menurut Titi, perangkat yang diterima pada akhir September lalu tersebut mengubah metode pembelajaran menjadi lebih interaktif. Siswa dapat langsung mempraktikkan materi pelajaran melalui sentuhan pada layar, mirip seperti menggunakan laptop atau gawai berukuran besar.
“Ada perubahan pada media pembelajaran. Kalau biasanya pakai laptop kan kecil, sekarang dengan layar besar ini kita bisa langsung mencari materi di Google atau YouTube bersama-sama,” jelasnya.
Ia menambahkan fitur gawai tersebut juga mendukung pembelajaran yang lebih modern, termasuk untuk materi coding bagi siswa kelas 5. Berbagai mata pelajaran, seperti Matematika dan Bahasa Indonesia, contohnya pengenalan rambu lalu lintas, menjadi lebih menarik saat ditampilkan di layar digital.
Meskipun sangat membantu, pihak sekolah menghadapi tantangan karena baru memiliki satu unit untuk 240 siswa dan 11 guru. Untuk mengatasinya para guru menerapkan sistem penggunaan bergilir yang disesuaikan dengan kebutuhan materi pelajaran.
“Karena cuma satu, jadi (layarnya) ditempatkan di satu lokasi saja. Kami tidak memindahkannya ke kelas-kelas karena khawatir ada kerusakan,” katanya.
Terkait penggunaan, Titi menyebut para guru tidak mengalami kesulitan berarti karena antarmukanya serupa dengan gawai atau laptop yang sudah biasa digunakan sehari-hari.
Dengan adanya inovasi teknologi ini, pihaknya SDN Panunggulan 2 dapat semakin maju. Sekolahnya menjadi salah satu dari 11 SD dari total 23 SD di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, yang telah menerima bantuan serupa pada tahap pertama.
“Harapannya semoga sekolah ini makin maju. Kami bersyukur menjadi gelombang pertama yang mendapatkan bantuan ini,” ucapnya.(ANTARA)





Discussion about this post