Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Ngaji Budaya Ajak Pemuda Cintai Seni Tanpa Tinggalkan Nilai Agama

by Tim Redaksi
Oktober 3, 2025
in PENDIDIKAN
Ngaji Budaya Ajak Pemuda Cintai Seni Tanpa Tinggalkan Nilai Agama

Gelaran Ngaji Budaya yang diinisiasi Kementerian Agama di UIN Walisongo, Semarang

JAKARTA, BANPOS – Kementerian Agama menggelar acara Ngaji Budaya: Haflah Mawlid al-Rasul sebagai media dalam mengajak para pemuda untuk mencintai seni dan budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.

“Mereka (anak-anak muda) sangat dinamis, cepat menerima informasi, dan membutuhkan asupan informasi serta konten yang edukatif. Budaya adalah fondasi bangsa, dan jangan pernah lupa pada ajaran agama sebagai pegangan,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (03/10/2025).

Baca Juga

No Content Available

Ngaji Budaya yang digelar Kemenag ini sebagai bagian dari rangkaian Blissful Mawlid yang digelar di UIN Walisongo, Semarang. Sekitar seribuan mahasiswa ikut dalam gelaran tersebut. Penampilan band Letto dan Gamelan Kiai Kanjeng turut mewarnai acara.

Menurut Abu, pendidikan melalui kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari jati diri bangsa. Ia mendorong generasi muda untuk bersikap terbuka terhadap arus informasi global, namun tetap berakar pada tradisi dan spiritualitas.

“Generasi muda boleh progresif, tetapi jangan sampai kehilangan akar, atau dalam istilah Jawa disebut wes ora njowo,” kata dia.

Sementara itu, Plt. Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad Zayadi mengungkapkan agama dan budaya memiliki hubungan yang tidak terpisahkan dalam dakwah.

“Relasi antara agama dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Seni menjadi instrumen yang membuat nilai-nilai agama lebih mudah diterima dan tidak terasa kering,” katanya.

Zayadi juga mengingatkan Ngaji Budaya merupakan bentuk aktualisasi tradisi dakwah Walisongo, yang memanfaatkan seni dan budaya sebagai media penyebaran Islam yang damai dan kontekstual.

Kasubdit Seni Budaya dan Siaran Keagamaan Islam Wida Sukmawati turut mengingatkan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.

“Kalau generasi muda tidak diperkenalkan pada budaya, mereka bisa kehilangan akar budayanya. Bisa terjadi loss budaya,” ujarnya.

Kehadiran peserta dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa UIN Walisongo, mahasiswa UIN Yogyakarta, hingga masyarakat umum, menunjukkan bahwa Ngaji Budaya telah menjadi ruang inklusif yang menghubungkan nilai agama, seni, dan kehidupan sosial.

Kemenag berharap kegiatan ini dapat memperkuat spiritualitas sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.(ANTARA)

Tags: Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu RokhmadHaflah Mawlid al-RasulPlt. Direktur Penerangan Agama Islam Ahmad ZayadiUIN WalisongoUIN YogyakartaWida Sukmawati
ShareTweetSend

Berita Terkait

No Content Available
Next Post
Cetak Super Employee, PLN Icon Plus Raih Penghargaan Lestari Awards 2025

Cetak Super Employee, PLN Icon Plus Raih Penghargaan Lestari Awards 2025

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh