SERANG, BANPOS – Dugaan orkestrasi influencer guna melakukan framing dalam perkara dugaan pengeroyokan salah satu anggota Paskibra SMAN 1 Kota Serang menyeruak. Hal itu setelah bocornya percakapan pada grup WhatsApp Influencer dan Content-Creator Network (ICN) Banten.
Dalam bocoran itu, Ketua ICN Banten, Ovi atau Rambo Banten, mengajak kepada para anggota ICN di grup itu, untuk meramaikan komentar di salah satu postingan terkait kasus tersebut.
Ovi menulis dalam pesannya, untuk meramaikan dan mengawal agar seluruh pihak yang dilaporkan, dapat menjadi tersangka.
“Gess (guys) Ini anak kandung teh ely (ibu korban-red) pengacara ICNBanten, yang digebuginnya. Ayo bantu komen, minimal tiga-tiganya jadi tersangka, viralkan,” ujar Ovi dalam pesan yang ia tulis dan disertakan dengan tautan Instagram ibu korban.
Jejak para influencer pun terlihat pada sejumlah unggahan yang membahas kasus dugaan pengeroyokan tersebut. Sejumlah petinggi ICN Banten terlihat berkomentar memberikan dukungan dan tekanan kepada para terduga pelaku.
Seperti akun Rambo Banten yang turut berkomentar pada salah satu unggahan, yang juga menyebut sejumlah akun seperti Polda Banten, Kejati Banten, Polresta Serang Kota, dan lain-lain.
Lalu, ada Sekretaris ICN Banten, Rafly atau wartawan kampung, yang berkomentar dalam salah satu unggahan bahwa video yang direkam oleh saksi perekam dilakukan setelah pemukukan terjadi.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa para orang tua senior Paskibra yang tidak jadi tersangka, harus merelakan anak-anak mereka untuk jadi tersangka, sebagai bentuk pembelajaran kepada publik.
Lalu ada pula Bendahara II ICN Banten, Imelda, yang turut aktif berkomentar di sejumlah unggahan. Pada salah satu unggahan, ia menuliskan bahwa semua terduga pelaku menjadi tersangka tanpa pandang bulu.
Saat dikonfirmasi, Ketua ICN Banten, Ovi, membenarkan adanya mobilisasi itu.
Namun, ia mengatakan bahwa gerakan yang dilakukan oleh para influencer tersebut tidak ada kaitannya dengan organisasi ICN Banten.
“Terkait ini tidak ada hubunganya dengan organisasi. Hanya bagian dari temen-teman influencer saja,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tidak ada sangkut-paut organisasi dalam persoalan itu. Saat ditanyakan keterkaitan ibu korban dengan ICN Banten, Ovi mengatakan bahwa ibu korban merupakan pengacara di ICN Banten.
“Ibu ely (ibu korban) adalah pengacara ICNBANTEN,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, pihak sekolah membantah adanya pengeroyokan pada peristiwa tersebut. Namun, mereka membenarkan adanya pemukulan terhadap korban.
Hal itu berdasarkan keterangan saksi perekam, dan video yang pihak sekolah dapatkan.
Video yang pihaknya miliki, tidak memperlihatkan adanya pengeroyokan, namun terdapat tindak pemukulan oleh seorang senior, yang berasal dari SMAN 2 Kota Serang. (*)







Discussion about this post