SERANG, BANPOS – Pegiat Saung Hijau Indonesia (Sahid), M. Ridho Ali Murtadho, menohok Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banten agar tidak berhenti pada seremoni pelantikan semata. Menurutnya, di tengah derasnya potensi industri, usaha mikro, dan usaha menengah di Provinsi Banten, fakta masih tingginya angka pengangguran menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dijawab oleh HIPMI di bawah kepemimpinan Rifky Hermiansyah.
“Banten ini kaya potensi, tapi ironisnya masih dijejali pengangguran. HIPMI tidak boleh hanya hadir di panggung pelantikan. Rakyat menunggu karya nyata. Jangan sampai jabatan Rifky yang banyak, baik sebagai Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Banten maupun anggota DPRD, dijadikan alasan ketika HIPMI minim karya,” tegas Ridho kepada wartawan, Selasa (30/9).
Kritik tersebut menguatkan dorongan berbagai pihak agar HIPMI benar-benar memainkan peran strategisnya dalam menekan angka pengangguran. Pasalnya, hingga kini Banten masih berada di posisi empat besar provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka tertinggi di Indonesia.
Dewan Pembina BPD HIPMI Banten, Ananda Trianch Salichan, menilai HIPMI harus mengambil langkah konkret. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Rifky, HIPMI bisa melahirkan lebih banyak wirausaha baru yang langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja. “Satu pengusaha lahir berarti satu pengangguran berkurang. Kalau ratusan bahkan ribuan pengusaha muda tumbuh, ribuan tenaga kerja otomatis terserap,” ujarnya.
Ananda yang juga menjabat Ketua Komisi V DPRD Banten menekankan pentingnya perubahan pola pikir generasi muda. Menurutnya, siswa SMA dan SMK harus dipacu agar tidak terpaku pada pola lama mencari pekerjaan, melainkan membangun mental wirausaha. “Menjadi pengusaha berarti menciptakan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” katanya.
Sejalan dengan itu, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa keberadaan HIPMI harus menjadi bagian penting dari pergerakan ekonomi daerah. Ia menyebutkan, pengusaha adalah salah satu penopang utama pembangunan. “Kalau pengusaha tumbuh, negara pasti maju. Pengusaha tidak butuh bantuan, yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan,” ujarnya.
Andra juga mengingatkan HIPMI agar menjaga konsistensi, sinergi, dan semangat gotong royong untuk mendorong Banten maju, adil, dan bersih dari praktik korupsi.
Pelantikan pengurus BPD HIPMI Banten masa bakti 2025–2028 dilakukan langsung oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, dan dihadiri Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Gubernur Banten, Ketua DPRD Fahmi Hakim, serta jajaran Forkopimda. Tema yang diusung adalah “Kolaborasi Tumbuh Bersama Mewujudkan Banten Maju.”
Dalam kesempatan itu, Akbar Himawan meminta HIPMI Banten menggelorakan semangat kewirausahaan sejak bangku sekolah. Ia menekankan agar lulusan tidak hanya diarahkan menjadi pegawai, tetapi juga diarahkan berwirausaha. “Dengan menjadi wirausaha, seseorang bisa berkembang dan memberi dampak nyata bagi lingkungannya,” ujarnya.
Menanggapi kritik dan harapan tersebut, Ketua BPD HIPMI Banten Rifky Hermiansyah menegaskan kesiapannya berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Fokusnya adalah mengangkat daya saing usaha lokal agar naik kelas. “Kita ingin mendorong usaha mikro naik jadi kecil, kecil naik jadi menengah, dan menengah berkembang hingga level makro. Dengan kolaborasi, ini bisa kita wujudkan,” katanya.
Rifky juga menyatakan dukungan terhadap program prioritas Pemprov Banten seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah gratis, dan pembangunan infrastruktur. Ia meyakini program itu akan memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat perputaran ekonomi.
Sebagai langkah awal, HIPMI Banten berkomitmen memberikan dukungan bagi para pelaku usaha, baik dari sisi pemenuhan modal maupun perizinan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB). “Kami ingin memastikan pelaku usaha tidak terkendala persoalan administratif, sehingga bisa fokus mengembangkan bisnis,” tandasnya. (RED)

Discussion about this post