CILEGON, BANPOS – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon mencatat realisasi investasi di Kota Baja pada semester satu atau dari Januari hingga Juni 2025 mencapai Rp9.871 triliun.
Investasi ini akan terus bertambah karena tahun 2025 masih menyisakan satu semester. Diketahui, untuk target investasi di Kota Cilegon tahun 2025 yakni Rp17 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Cilegon, Hayati Nufus mengatakan realisasi investasi di semester pertama mencapai Rp9,871 triliun. Dimana untuk Kota Cilegon, Penanaman Modal Asing (PMA) peringkat kedua dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) peringkat kelima di Provinsi Banten.
“Pada dasarnya investasi ini manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nufus kepada BANPOS belum lama ini.
Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui DPMPTSP mengimbau kepada pelaku usaha untuk patuh Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) per triwulan.
“Agar pelaku usaha melaporkan LKPM supaya kita mendapatkan laporan dan menyumbangkan investasi yang ada di Kota Cilegon. Dan mudah-mudahan terasa manfaatnya,” tuturnya.
Nufus mengungkapkan, salah satu terobosan pihaknya adalah bekerjasama dan kolaborasi dengan industri.
“Industri yang berinvestasi itu untuk harus memberikan kesempatan kepada pelaku usaha dan UMKM yang ada di Kota Cilegon. Jadi kami mengimbau untuk pelaku usaha di Cilegon ini supaya ikut masuk ke sistem OSS (Online Single Submission) Kemitraan. Kita akan memandu, mendampingi, sampai bisa masuk dan menjadi kemitraan di salah satu industri. Dan itu juga akan meningkatkan perekonomian di Kota Cilegon,” paparnya.
“Untuk pelaku usaha yang besar, pelaku industri besar ini juga wajib hukumnya mematuhi aturan yang ada di Kota Cilegon,” tambahnya.
Terlebih kata Nufus, Kota Cilegon akan memiliki Peraturan Daerah (Perda) Penanaman Modal yang sebentar lagi akan disahkan.
“Ada pasal-pasal yang salah satunya bahwa pelaku industri itu wajib mematuhi kearifan lokal, budaya lokal, pengusaha lokal, dan tenaga kerja lokal. Sehingga kiprahnya benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Nufus mengatakan dirinya akan berkomitmen dalam percepatan pelayanan.
“DPMPTSP akan terus mengawal komitmen dan konsisten pimpinan dalam percepatan layanan perizinan dengan sinergitas antara OPD teknis yang transparan dan akuntabel,” katanya.
Nufus mengatakan DPMPTSP terus memaksimalkan pelayanan perizinan. Ia mengatakan DPMPTSP sudah melakukan peningkatan pelayanan untuk memudahkan investor, transparansi proses izin yang semua sudah melalui sistem online.
“Pendampingan Permohonan Izin dari mulai konsultasi hingga proses izin selesai. Menghadirkan fasilitas pelayanan publik yang terintegrasi dan representatif seperti di MPP,” pungkasnya.
Nufus berharap investasi yang masuk ke Kota Cilegon kondusif dan harmonis antara pemerintah daerah, investor, pengusaha lokal dan stakeholder lainnya.
“Harapannya investasi masuk ke Kota Cilegon kondusif, saling berkolaborasi dan harmonis antara industri, pemerintah, pelaku usaha serta UMKM,” harap Nufus.
“Jadi siapapun investornya ciptakan suasana kondusif dan mengajak pelaku usaha lokal dan UMKM untuk mengambil kesempatan,” tandasnya.
Walikota Cilegon, Robinsar, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi para investor.
“Saya telah berpesan kepada DPMPTSP Cilegon untuk tidak mempersulit proses bagi investor yang ingin masuk. Kami berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi para investor,” terangnya.
Lebih lanjut, Robinsar menyoroti pentingnya investasi dalam mengatasi tantangan pengangguran di Kota Cilegon.
“Industri belum menjadi solusi utama untuk permasalahan pengangguran. Kami berharap investasi yang masuk mampu mengakomodir keterlibatan pengusaha lokal dan menyerap tenaga kerja lokal demi mewujudkan Cilegon yang lebih sejahtera,” tegasnya.
Seperti diketahui, untuk realisasi investasi PMA di semester satu ini yaitu Rp7,75 triliun dan PMDN Rp2,11 triliun. Untuk investasi PMA terbesar yaitu dari negara Tiongkok, Malaysia, Singapura, Jepang dan Hongkong.
Untuk perusahaannya yaitu PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) nilai investasi Rp3,198 triliun, PT MC PET Film Indonesia (MFI) Rp1,176 triliun disusul PT Indo Raya Tenaga (IRT) Rp1,062 triliun.
Untuk PMDN yaitu PT Chandra Asri Pacifik (CAP) Rp270 miliar, diikuti PT Bertuah Alam Nusantara Rp231 miliar dan PT Damai Lintas Bahari Rp216 miliar.
Dan berdasarkan sektor usaha investasi PMA dan PMDN yaitu perumahan, kawasan industri, dan perkantoran. Kedua industri kimia dan farmasi. Ketiga industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya. Keempat perdagangan dan reparasi dan yang kelima industri karet dan plastik. (*)



Discussion about this post