TANGSEL, BANPOS – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah merencanakan kebijakan pengadaan seragam sekolah gratis bagi siswa-siswi di sekolah negeri. Langkah ini diambil untuk mencegah kembali terjadinya polemik dan dugaan pungutan liar (pungli) yang kerap muncul setiap awal tahun ajaran dan membantu meringankan biaya orang tua siswa yang baru masuk sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni menegaskan bahwa pihaknya ingin menertibkan praktik penjualan seragam di sekolah yang sering menimbulkan keresahan orang tua.
Menurutnya, rencana ini akan difokuskan untuk sekolah negeri terlebih dahulu, di mana pihak sekolah akan menyiapkan seragam khas secara langsung dan dibagikan kepada siswa tanpa biaya.
“Nanti ada putusan sedang kami siapkan untuk sekolah negeri, sehingga memungkinkan tidak diperjualbelikan. Rencananya nanti disiapkan sekolah, orang tua tidak perlu beli seragam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (18/9/2025).
Deden menjelaskan, program ini saat ini masih dalam tahap finalisasi, dan ditargetkan dapat mulai diterapkan pada tahun depan. Perlu menjadi catatan, seragam diberikan gratis hanya yang memiliki identitas sekolah seperti batik hingga pakaian olahraga.
“Tapi kalau seragam khas mudah mudahan tahun depan sudah ada keputusan seperti apa mekanismenya. Seragam sekolah seperti batik sekolah dan olahraga,” jelas Deden.
Dirinya melanjutkan, upaya yang tengah dilakukan sebagai tindakan untuk meminimalisir terjadi aksi pungutan liar yang dilakukan oleh pihak sekolah. Sebagai langkah antisipasi juga pihaknya mengklaim secara rutin memberikan peringatan.
“Hampir tiap minggu kami himbau tidak boleh jual seragam lagi. Kecuali seragam khusus, kan harus ada keseragaman harga, kalau sragam nasional pramuka bisa beli dimana saja,” katanya.
Walaupun begitu, Deden belum bisa memastikan persentase keberhasilan wacana tersebut. Yang jelas, ini menjadi solusi alternatif yang akan dilakukan.
“Iya nanti kita lihat, baru kita rencanakan. Ini baru digodok rencana tersebut, yang jelas sebagai solusi polemik setiap tahun, supaya kedepan tidak terjadi hal serupa, ini masih digodok seperti apa, anggaran nya seperti apa,” pungkasnya. (*)

Discussion about this post