CILEGON, BANPOS – Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menegaskan pentingnya pelayanan publik sebagai panggilan hati, bukan sekadar menjalankan perintah.
Hal itu ia sampaikan saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional di Halaman Kantor Walikota Cilegon, Rabu (17/9).
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus saling mendukung, saling menguatkan, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jangan hanya bekerja karena perintah, tetapi jadikan pelayanan itu panggilan hati,” tegasnya.
Fajar mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan peringatan Hari Kesadaran Nasional sebagai ruang refleksi dan penguatan komitmen.
“Hari ini bukan sekadar upacara, melainkan momentum untuk bertanya kepada diri kita masing-masing. Apakah kita ingin dikenang karena jabatan atau karena manfaat yang kita berikan? Saya berharap kita semua memilih dikenang karena kebaikan dan pengabdian,” ujarnya.
la juga menekankan pentingnya melanjutkan visi dan misi pembangunan yang telah dirintis para pendahulu.
“Jejak pengabdian ASN terlihat nyata di jalan, sekolah, pusat layanan kesehatan, hingga kebijakan yang membawa kesejahteraan. Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kara Fajar.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terbuka terhadap masukan dan keluhan pegawai.
“Fokus kami bukan hanya pada kesehatan jasmani, tapi juga kesehatan mental para pegawai,” tambahnya.
Fajar juga mengenang jasa ASN dan tokoh yang telah wafat, termasuk rekan kerja yang mendahului. Ia mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan mereka.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya perhatian ASN terhadap keluarga dan generasi muda, terutama di tengah meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak.
“Masa depan negara ada pada anak-anak kita. Mulailah dari keluarga sendiri, luangkan waktu, tanyakan kabar mereka, dan pastikan tumbuh dalam kasih sayang. Jika keluarga pagal, maka pelayanan kita kepada masyarakat pun tidak akan sempurna,” ujarnya.
Upacara Hari Kesadaran Nasional kali ini juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada 55 ASN yang memasuki masa purna bhakti serta enam keluarga perwakilan ASN yang meninggal dunia. (*)



Discussion about this post