JAKARTA, BANPOS – Pada perdagangan pagi ini nilai tukar rupiah dibuka kembali menguat. Rupiah menguat pada angka 0,21 persen ke posisi Rp16.382 per dolar amerika (AS), dibandingkan pada penutupan sebelumnya pada posisi Rp16.416 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia pun mayoritas menguat terhadap dolar AS. Dolar Taiwan memimpin penguatan dengan naik 0,40 persen, disusul won Korea 0,19 persen, yen Jepang 0,09 persen, dolar Singapura 0,05 persen, baht Thailand 0,02 persen, yuan China 0,01 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia melemah 0,04 persen ke posisi 96,85. Namun, rupiah justru melemah terhadap poundsterling Inggris sebesar 0,13 persen ke Rp 22.267, serta melemah 0,21 persen terhadap dolar Australia di Rp 10.908.
Analis pasar uang, Lukman Leong, menilai rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Menurutnya, dolar AS tengah berada dalam tekanan seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
“Tekanan pada dolar AS datang dari meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan The Fed. Bahkan, ada skenario pemangkasan lebih agresif sebesar 50 basis poin dalam pertemuan FOMC besok,” jelas Lukman.
Ia memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.350 hingga Rp 16.450 per dolar AS. (*)

Discussion about this post