JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah saat ini kembali dibuka menguat pada perdagangan Jumat (12/9/2025). Rupiah naik 0,16 persen ke posisi Rp 16.436 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 16.462 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Taiwan menguat 0,31 persen, ringgit Malaysia naik 0,26 persen, baht Thailand menguat 0,08 persen, dolar Hong Kong naik tipis 0,04 persen. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,13 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,06 persen, yuan China minus 0,02 persen, dan won Korea Selatan turun 0,02 persen.
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama tercatat menguat 0,09 persen ke level 97,62. Rupiah justru melemah terhadap beberapa mata uang lain, yakni euro (minus 0,27 persen ke Rp19.034), poundsterling Inggris (minus 0,38 persen ke Rp 22.236), dan dolar Australia (minus 0,27 persen ke Rp 10.915).
Analis mata uang Lukman Leong menjelaskan penguatan rupiah ditopang data ekonomi AS yang menunjukkan inflasi sedikit lebih tinggi dari perkiraan, serta klaim pengangguran yang jauh lebih tinggi.
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang melemah setelah data inflasi AS yang walau sedikit lebih tinggi dari perkiraan,” kata Lukman, Jumat (12/9/2025)
Menurutnya, data ketenagakerjaan AS yang lemah meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga, sehingga mendukung penguatan rupiah.
Lukman memproyeksi, rupiah sepanjang hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.350–Rp 16.500 per dolar AS. (*)

Discussion about this post