CILEGON, BANPOS – Panitia Seleksi (Pansel) Uji Kompetensi dalam rangka mutasi/rotasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melakukan rapat perdana membahas jadwal dan mekanisme wawancara.
Dimana, dalam rapat tersebut Syaeful Bahri yang ditunjuk menjadi Ketua Pansel mulai memimpin rapat perdana yang dilaksanakan di Assessment Centre BKPSDM Kota Cilegon, Kamis (11/9).
Syaeful Bahri menjelaskan, dalam rapat tersebut dilakukan pengangkatan ketua, dimana dirinya berdasarkan hasil rapat diusulkan dan diputuskan menjadi Ketua Pansel Rotasi Jabatan Pratama.
“Iya,Tadi Pansel untuk rotasi mutasi untuk Jabatan Pertama. Rapat perdana pansel, pertama tadi langsung pemilihan ketua pansel. Ya ternyata Pak Lubis mengusulkan saya, Ibu Virgojanti juga akhirnya ya setuju saya ketuanya, yang lainnya ya setuju juga,” katanya, Kamis (11/9).
Lebih lanjut, Syaeful menjelaskan, dalam rapat perdana tersebut juga membahas soal jadwal dan mekanisme wawancara yang akan dilakukan untuk 29 eselon II atau semua dinas kecuali Inspektorat dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
“29 dinas kecuali inspektorat kemarin sudah dan catatan sipil (Disdukcapil). Menentukan jadwal dan mekanisme asesmen berupa penelitian administrasi dan wawancara,” jelasnya.
Untuk wawancara, lanjut Syaeful, diagendakan pada Hari Senin (15/9) sampai Rabu (17/9) pekan depan. Dimana akan dibagi menjadi 3 ruang yakni ruang 1 teknis, ruang 2 manajerial dan ruang 3 social kultural.
“Senin itu 10 orang, Selasa 10 orang dan Rabu 9 orang. Masing-masing itu Waktu 20 menit kecuali nanti kalau ada pendalaman dari Pansel kepada pejabatnya,” jelasnya.
Dengan keterlibatan para profesional dan akademisi, jelas Syaeful, maka prosesnya nanti akan berjalan dengan adil, termasuk juga ada basis ilmiah dalam proses penempatan para eselon II.
“Ini akan adil, ada aspek ilmiah dan imparsial. Ini menghindari sebisa mungkin dominannya faktor politik,” ujarnya.
Menurut Pakar Politik dan Ekonomi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten (SMHB) ini, Pansel terdiri dari profesional yakni Abdul Hakim Lubis mantan Sekda Kota Cilegon, Kepala DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti yang merupakan mantan Pj Sekda Banten.
Lalu, unsur akademisi ada dirinya, Edy M Abduh, dan Denardo.
“Ada 5 Pansel yang dibentuk. Dimana tentu akan melakukan penelitian rekam jejak, administrasi dan wawancara nantinya,” jelasnya.
Syaeful menegaskan, pihaknya akan melaporkan hasil pleno kepada Walikota Cilegon pada 18 September 2025 nanti, sehingga diharapkan setelahnya bisa langsung dilakukan pelantikan.
“Tentu secepatnya dan bisa langsung pelantikan. Namun, Kembali lagi itu akan ada keputusan di Pak Walikota,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu kepala dinas mengaku, dirinya siap melakukan wawancara. Bahkan, jika diperlukan dalam Waktu dekat, sehingga tidak berlama-lama.
“Kalau saya berharap bisa secepatnya. Jangan lama juga,” jelasnya.
Untuk posisi sendiri, ia mengaku siap ditempatkan dimana saja.
“Dimana saja itu kami siap. Kami siap ditempatkan dimanapun oleh walikota,” tutupnya. (LUK
Caption Foto :
ISTIMEWA
Rapat persiapan uji kompetensi dalam rangka rotasi/mutasi JPT Pratama di lingkungan Pemkot Cilegon, Kamis (11/9).




Discussion about this post