TANGERANG, BANPOS – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten, meminta Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk menggunakan pestisida organik dalam mengatasi masalah hama dengan cara yang lebih alami.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun, di Tangerang, Kamis (11/09/2025), mengatakan pembuatan pestisida organik ini memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti daun pepaya, cabai, bawang putih, dan lidah buaya.
Menurut dia, bahan-bahan diolah dengan cara dihaluskan, kemudian difermentasi dalam air selama beberapa hari. Setelah disaring, larutan ini siap digunakan sebagai semprotan untuk mengendalikan hama.
“Kami berharap penggunaan pestisida organik dapat menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan menjaga kelestarian lingkungan,” kata Muhdorun.
Sebagai tahap awal, DKP Kota Tangerang telah menerapkannya di Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Sudimara Barat dan akan diperbanyak ke lokasi lainnya.
“Kita ingin memberikan pemahaman kepada petani dalam mengatasi masalah hama tanpa harus bergantung pada pestisida kimia yang lebih mahal dan berpotensi merusak lingkungan,” ujar Muhdorun.
DKP Kota Tangerang juga berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif-inisiatif serupa demi mewujudkan pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan di Kota Tangerang.
“Program urban farming sedang kita optimalkan. Oleh karena itu, berbagai inovasi kita sampaikan agar kegiatan urban farming yang dilakukan warga bisa berhasil,” ujarnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan banyak hasil panen dari Kelompok Wanita Tani dan pelaku urban farming yang telah dirasakan manfaatnya oleh warga melalui penjualan di bazar seperti sayuran, buah, serta hasil olahan warga.
“Program ini terus kita optimalkan serta memberikan bantuan agar warga bisa mandiri melakukan di rumah masing-masing,” katanya.(ANTARA)





Discussion about this post