TANGERANG, BANPOS – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Tangerang, Banten, Masturoh Sachrudin menginstruksikan kepada kader di 104 kelurahan untuk mengajak masyarakat peduli dan sadar terhadap bahaya TBC dan pentingnya deteksi dini.
“Ketika di lingkungan ada warga yang menunjukkan gejala TBC, maka diimbau untuk tidak ragu melaporkan agar segera mendapatkan penanganan medis yang tepat,” kata Masturoh Sachrudin di Tangerang, Kamis (11/09/2025).
Sebagai garda terdepan di lingkungan keluarga dan masyarakat, lanjutnya, kader-kader PKK memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan informasi kesehatan.
TP PKK juga memiliki peran krusial dalam mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan TBC. “Upaya ini sangat penting agar setiap keluarga dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi gejala TBC sejak dini,” katanya.
TP PKK juga turut mendukung program-program praktis dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, seperti sosialisasi pemeriksaan gratis, deteksi dini TBC, yang tersedia di seluruh puskesmas di Kota Tangerang.
Kegiatan ini juga untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan tanpa dipungut biaya, sehingga kasus TBC dapat ditemukan dan ditangani lebih cepat.
“Melalui sinergi antara TP PKK Kota Tangerang dan Dinkes, diharapkan upaya eliminasi TBC di Kota Tangerang pada tahun 2030 dapat tercapai,” ujarnya.
Dinkes Kota Tangerang telah mencanangkan Active Case Finding atau mencari kasus TBC selama satu tahun untuk menemukan kasus sebanyak mungkin.
Kepala Dinkes Kota Tangerang Dini Anggraeni mengatakan untuk mendukung program tersebut, pemkot telah menyediakan aplikasi Ransel TBC untuk masyarakat melakukan skrining mandiri.
Selain itu petugas melakukan pemeriksaan kepada terduga dengan menggunakan rontgen mobile. Setelah itu akan dilakukan tes lagi dengan tes cepat molekuler untuk memastikan hasilnya.
“Jika ditemukan positif, maka akan dilakukan pengobatan hingga sembuh,” kata dia.(ANTARA)



Discussion about this post