JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah saat ini dibuka menguat tipis 0,09 persen ke level Rp16.455 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (11/9/2025). Posisi ini lebih baik dibandingkan penutupan kemarin yang berada di Rp 16.470 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,04 persen, dolar Hong Kong minus 0,008 persen, ringgit Malaysia turun 0,005 persen, dan yuan China terkoreksi 0,001 persen. Sementara itu, dolar Taiwan menguat 0,13 persen dan yen Jepang naik 0,05 persen.
Indeks dolar AS terpantau menguat 0,10 persen ke level 97,45. Adapun rupiah juga bergerak beragam terhadap mata uang utama lainnya. Rupiah menguat 0,03 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 22.257, melemah 0,02 persen terhadap euro ke Rp19.050, serta menguat 0,10 persen terhadap dolar Australia ke Rp 10.884.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai rupiah saat ini telah berada dalam fase konsolidasi dengan potensi penguatan terbatas terhadap dolar AS. Hal ini dipengaruhi oleh rilis data inflasi produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan.
“Hal ini meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed,” jelas Lukman.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp 16.400 hingga Rp 16.500 per dolar AS. (*)

Discussion about this post