JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah mengawali pekan dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah menguat 0,29 persen ke level Rp 16.386 per dolar AS dibandingkan penutupan Jumat (5/9/2025) di posisi Rp 16.433 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di Asia tercatat bervariasi. Ringgit Malaysia naik 0,23 persen, dolar Taiwan menguat 0,22 persen, baht Thailand naik tipis 0,04 persen, dolar Singapura naik 0,02 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,01 persen. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,45 persen, won Korea Selatan turun 0,13 persen, serta yuan China melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama tercatat menguat 0,09 persen ke level 97,81. Namun, rupiah melemah terhadap beberapa mata uang lain.
Rupiah turun 0,25 persen terhadap euro ke level Rp 18.965, melemah 0,25 persen terhadap poundsterling Inggris ke Rp 22.102, dan melemah 0,18 persen terhadap dolar Australia ke Rp 10.730.
Analis pasar keuangan, Lukman Leong menilai, rupiah masih berpeluang menguat lebih lanjut terhadap dolar AS. Ia menyoroti pelemahan signifikan greenback setelah rilis data ketenagakerjaan AS Non-Farm Payrolls (NFP) yang dinilai sangat mengecewakan.
“Hal ini bisa berarti hampir pasti The Fed akan memangkas suku bunga bulan ini. Sementara itu, dari domestik, investor menantikan data cadangan devisa (cadev),” ujarnya, Senin (8/9/2025).
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam rentang Rp 16.350 hingga Rp 16.450 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. (*)

Discussion about this post