LEBAK, BANPOS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak kembali menuai sorotan. Anggota DPRD Lebak dari Fraksi PDI Perjuangan, Tika Kartika Sari, menyesalkan adanya temuan makanan MBG yang dalam kondisi basi hingga tidak bisa dikonsumsi siswa.
Kasus ini terungkap di wilayah Kecamatan Cibadak, tepatnya di beberapa sekolah dasar dan madrasah tsanawiyah. Menu makanan berupa sayur dan tempe disebut sudah basi serta berasa pahit, sehingga para siswa enggan menyantapnya dan akhirnya makanan itu dibuang.
Wakil Kepala MTs Mathlaul Anwar Bagos, Kecamatan Cibadak, Agung Amin Firdaus, membenarkan adanya persoalan tersebut. Menurutnya, program MBG di sekolahnya baru berjalan dua hari.
Menanggapi hal itu, Tika Kartika Sari mendesak pemerintah daerah dan penyedia program agar lebih serius menjaga mutu serta kebersihan makanan. Ia menekankan pentingnya dapur pengolahan MBG yang steril demi mencegah risiko keracunan, seperti kasus yang pernah terjadi di daerah lain.
“Program MBG ini sangat baik untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Tapi kalau kualitas makanan tidak dijaga, malah berbahaya bagi kesehatan anak-anak. Dapur harus benar-benar steril dan higienis,” tegasnya kepada BANPOS, Kamis (4/9).
Selain itu, Tika juga mendorong dinas terkait segera melakukan evaluasi terhadap penyedia layanan MBG agar kejadian serupa tidak terulang. Ia menegaskan program ini harus kembali pada tujuan utama, yaitu memperbaiki gizi dan kesehatan peserta didik di Lebak. (*)

Discussion about this post