JAKARTA, BANPOS – Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Dr. H. Serian Wijatno, mengingatkan para pemimpin bangsa agar meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW yang penuh amanah, jujur, serta mengayomi umatnya.
Menurutnya, teladan Rasulullah semakin penting untuk diikuti karena peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini berlangsung di tengah kondisi nasional yang cukup memprihatinkan, setelah terjadinya aksi demonstrasi di berbagai daerah yang bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Alhamdulillah apa yang disuarakan para mahasiswa maupun elemen bangsa lain melalui unjuk rasa positif telah ditanggapi dengan baik oleh Presiden Prabowo, dengan cara menggelar pertemuan dan diskusi bersama tokoh nasional, tokoh agama, serta partai politik,” ujar Serian dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan bahwa seluruh pihak perlu belajar dari Nabi Muhammad SAW tentang cara membangun persatuan di tengah perbedaan, sekaligus bagaimana menjadi pemimpin yang peduli dan berempati terhadap rakyat.
Dengan sikap demikian, lanjut Serian, masyarakat akan semakin memiliki kesadaran serta kecintaan kepada tanah air, yang pada akhirnya menumbuhkan toleransi tinggi di tengah kehidupan berbangsa.
“Sebagai warga negara, kita wajib menumbuhkan rasa cinta dan kesetiaan kepada tanah air, sekaligus berusaha menjaga perdamaian serta kerukunan di tengah masyarakat yang beragam,” tegasnya.
Serian menambahkan bahwa baik pemimpin maupun rakyat hendaknya mempertebal rasa persatuan, sembari meneladani sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi situasi yang menuntut kebijaksanaan, terutama dalam menyikapi maraknya aksi demonstrasi.
Menurut ia, demonstrasi yang berujung anarkis tidak akan mendatangkan manfaat, sebaliknya justru merugikan masyarakat karena menyebabkan kerusakan fasilitas umum hingga menghambat masuknya investasi asing akibat kondisi keamanan yang tidak pasti.
“Oleh karena itu, mari kita jaga persatuan bangsa dengan tidak terprovokasi oleh aksi-aksi anarkis yang justru menyengsarakan negeri. Kita harus tetap berpikir jernih dan bersikap bijak; silakan menyampaikan aspirasi, tetapi jangan dengan cara-cara yang merusak,” pungkasnya. (*)



Discussion about this post