SERANG, BANPOS – Provinsi Banten berhasil mencatat capaian tertinggi secara nasional dalam program eliminasi tuberkulosis (TBC), bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan, kader, serta seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pencapaian tersebut.
“Atas capaian tertinggi secara nasional ini, Provinsi Banten mendapatkan apresiasi langsung dari pemerintah pusat,” ujarnya di Kota Serang, Kamis.
Ia menambahkan bahwa Indonesia masih termasuk negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia, sehingga keberhasilan Banten menjadi prestasi yang patut dibanggakan bersama.
“Kita memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dengan memberikan edukasi, menemukan kasus-kasus baru TBC, lalu menindaklanjutinya hingga pasien benar-benar sembuh,” kata ia.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti menuturkan bahwa eliminasi TBC merupakan program prioritas nasional yang ditargetkan rampung pada 2030. Untuk itu, Banten ditugaskan melakukan skrining aktif guna menemukan 50.000 penderita TBC.
“Kewajiban kita sebenarnya menemukan minimal 10 kali lipat dari target tersebut, bahkan idealnya bisa mencapai 20 kali lipat,” jelasnya.
Hingga Agustus 2025, capaian Banten sudah menembus lebih dari 1 juta orang yang diskrining atau 20 kali lipat dari target awal.
“Artinya kita sudah mencapai sekitar 75 persen dari target akhir, dan kami optimistis bisa memenuhi 100 persen hingga Desember nanti,” ungkap Ati.
Upaya eliminasi dilakukan dengan melibatkan posyandu, puskesmas, klinik, hingga dokter praktik, tidak hanya fokus pada temuan kasus tetapi juga memastikan pengobatan tuntas agar pasien benar-benar sembuh dan tidak menularkan kepada orang lain.
Ati juga menyebut bahwa capaian tersebut mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto melalui jajaran kementerian terkait.
“Prestasi ini menjadi bukti kerja keras seluruh jajaran, bahkan sampai tingkat desa dan kelurahan,” tambahnya.
Program eliminasi TBC merupakan bagian dari agenda kesehatan nasional yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis, penanganan stunting, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. (*)


Discussion about this post