SERANG, BANPOS – Pemprov Banten mengalokasikan anggaran untuk pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sebesar Rp5,341 Miliar.
Alokasi anggaran itu, berasal dari pos Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 di Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten.
Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Provinsi Banten, pengadaan lampu PJU dibagi menjadi dua paket.
Paket pertama, pengadaan dan pemasangan/ instalasai APJ/LPJU Stang Ornamen WKP I dengan pagu anggaran sebesar Rp1,780 Miliar. Sedangkan paket kedua pengadaan dan pemasangan/ instalasai APJ/LPJU Stang Ornamen WKP III dengan pagu anggaran sebesar Rp3,561 Miliar.
Didalam paket pertama, ada sebanyak 300 unit PJU untuk beberapa ruas jalan, yaitu jalan Koronjo-Mauk 30 unit, Jenggot-Kronjo 30 unit, Curug-Legok-Parungpanjang 60 unit, Tiga Raksa-Malang Nengah 30 unit, Maja-Tiga Raksa 30 unit, Simpang Bitung-Curug 30 unit, Mauk-Teluknaga 30 unit, Cisauk-Jaha 30 unit, dan ruas jalan Serpong-Parung 30 unit.
Sedangkan dalam paket kedua, ruas jalan yang akan dipasang PJU sebanyak 600 unit tersebar dibeberapa ruas jalan, yaitu Saketi-Picung 30 unit, Picung-Malingping-Simpang 60 unit, Tanjunglesung-Sumur 60 unit, Mengger-Mandalawangi-Caringin 60 unit, Picung-Munjul 30 unit, Munjul-Panimbang 30 unit.
Kemudian ruas jalan Ciseukeut-Sobangcela 30 unit, Maja-Koleang 30 unit, Ciparay-Cikumpay 30 unit, Cibadak-Padasuka 30 unit, Sunan Kalijaga-Rangkasbitung 20 unit, Sumur-Tamanjaya 70 unit, Cimanying-Jiput 30 unit, Cipanas-Ciparay 30 unit, kemudian ruas jalan Bayah-Cikotok atau perbatasan Jawa Barat sebanyak 60 unit PJU.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten Tri Nurtopo mengakui saat ini pihaknya sedang melakukan pengadaan lampu PJU untuk beberapa ruas jalan di wilayah Provinsi Banten, terutama ruas jalan di wilayah Kabupaten Pandeglang.
“Tahun ini untuk pengadaan PJU ada 900 an unit dan sekarang prosesnya masih dilakukan tender. Kita masih menunggu hasil tender yang sekarang masih dilakukan,” katanya, Minggu (24/8/2025).
Tri mengakui, pihaknya masih kesulitan untuk memenuhi pemasangan PJU disemua ruas jalan milik Pemprov Banten. Namun, pihaknya akan terus mengupayakan secara bertahap agar semua ruas jalan itu memiliki PJU.
“Belum, kebutuhan sesuai kewenangan Provinsi sekitar 18 ribu, sudah terpasang sekitar 4 ribu. Sedangkan yang sudah dipasang kabupaten dan kota sekitar 1.000, secara bertahap sesuai alokasi anggaran,” tambahnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Jiput Ade Juliansyah mengakui, ruas jalan nasional di wilayahnya yaitu ruas jalan Mandalwangi-Caringin belum memiliki PJU. Kondisi itu kerap dikeluhkan masyarakat dan pengendara karena kondisi jalan sangat gelap ketika malam hari.
“Kalau PJU belum ada, karena kewenangannya milik Pemprov Banten. Banyak yang menyampaikan bahwa kondisi jalan itu gelap, kita juga sudah sampaikan dan usulkan kepada pihak terkait,” ujarnya.
Dia mengatakan, ada beberapa titik jalan yang menjadi keluhan utama masyarakat dan pengendara, selain karena kondisinya gelap, juga karena jauh dari perkampungan masyarakat. Hal itu, dianggap bisa menjadi salah satu aksi kriminalitas.
“Ada beberapa titik yang memang sepi atau jauh dari rumah, nah ini yang sering dikeluhkan, karena takutnya ada yang ngebegal atau lainnya. Kita hanya bisa mengusilkan saja, karena kewenangannya bukan di kabupaten,” imbuhnya. (SATELITNEWS)








Discussion about this post