SERANG, BANPOS – Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Muhammad Ishom, membantah tudingan plagiasi dari sejumlah pihak terkait penelitian yang dilakukannya.
“Saya membantah keras tudingan bahwa melakukan plagiasi. Penelitian ini saya lakukan secara independen. Saya perlu tegaskan bahwa tidak menjiplak karya ilmiah milik orang lain,” tegas Ishom sebagaimana rilis yang diterima BANPOS, Minggu (24/8).
Ia menyebut bahwa riset itu dilakukan secara independen pada 2017, berdasarkan dokumen lawas yang ia dapat saat berkunjung ke komunitas bantenologi.
Ishom menjelaskan bahwa soal dugaan plagiarisme yang menyeret namanya tidaklah benar.
Ishom menjelaskan bahwa penelitian yang dipersoalkan tidak bersumber dari naskah asli, melainkan dari salinan fotokopi yang ia peroleh beberapa tahun lalu.
“Menurut saya, tudingan plagiarisme itu tanpa dasar yang jelas. Sangat disayangkan tudingan itu tanpa klarifikasi terlebih dahulu. Saya memang meneliti naskah itu pada tahun 2017. Namun, saya meneliti dari salinan fotokopi, bukan naskah aslinya. Salinan itu saya dapat saat berkunjung ke komunitas Bantenologi,” papar Ishom.
Ketua Rayon PMII Fakultas Dakwah, Hasan Munadi, didampingi Ketua Komisariat Rayon PMII, Alif, menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan Rektornya semata untuk kepentingan ilmiah.
“Beliau mengatakan sebenarnya naskah tersebut memang sudah ada sejak abad ke 17. Beliau memanfaatkanya hanya untuk kepentingan ilmiah, karena belum ada yang meneliti lebih jauh,” terang Hasan.
Ia menyatakan bahwa Rektor Ishom meneliti naskah kuno dan tidak menggunakan yang asli, karena yang dia miliki adalah hasil fotocopy.
Hasil klarifikasi pihaknya dengan Ishom pun diperoleh keterangan bahwa Ishom mengakui tidak meminta izin kepada penulis yang menduga adanya plagiarisme melalui unggahan X. (*)





Discussion about this post