JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (21/8/2025) pagi dibuka melemah tipis 0,03 persen ke level Rp 16.276,5 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini tercatat bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,04 persen, baht Thailand melemah 0,1 persen, yen Jepang turun 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,02 persen, ringgit Malaysia naik 0,15 persen, sementara peso Filipina menguat 0,06 persen.
Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,04 persen ke level 98,14. Adapun rupiah tercatat menguat 0,05 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp21.899, dan naik 0,01 persen terhadap dolar Australia ke level Rp10.460.
Analis pasar keuangan, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS. Menurutnya, mayoritas pejabat The Fed masih menunjukkan sikap hawkish.
“Namun, pelemahan diperkirakan terbatas dengan perbedaan pendapat dari dua gubernur menunjukkan meningkatnya tekanan dovish, yang mensinyalkan potensi pemangkasan suku bunga di bulan September masih sangat terbuka,” jelas Lukman, Kamis (21/8/2025).
Ia memproyeksikan, nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan bergerak dalam kisaran Rp 16.200–Rp 16.350 per dolar AS. (RM.ID)

Discussion about this post