JAKARTA, BANPOS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan sesi I, Kamis (21/8/2025), melemah 41,03 poin atau 0,52 persen ke level 7.902,79. Sebelumnya, IHSG ditutup di posisi 7.943,82.
Sebanyak 257 saham terpantau menguat, 161 saham melemah, sementara 195 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 902,44 miliar dengan volume perdagangan 1,68 miliar saham.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen dari risalah rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) pada Juli lalu. Dalam risalah itu, The Fed menilai risiko inflasi masih lebih besar dibanding kekhawatiran pada pasar tenaga kerja.
“Hal ini disebabkan oleh kehadiran tarif yang memicu perpecahan dalam kubu The Fed terhadap potensi pemangkasan tingkat suku bunga. The Fed mengakui adanya risiko inflasi yang berpotensi naik lebih tinggi dibandingkan risiko dari sisi ketenagakerjaan,” jelas Nico dalam riset hariannya, Kamis (21/8/2025).
Meski demikian, berdasarkan analisis teknikal, Nico memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan level support di 7.800 dan resistance di 8.000. (RM.ID)

Discussion about this post