Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

DPD: Penurunan TKD Jadi Momentum Pemda Kreatif Tingkatkan PAD

by Tim Redaksi
Agustus 21, 2025
in PARLEMEN, POLITIK
DPD: Penurunan TKD Jadi Momentum Pemda Kreatif Tingkatkan PAD

Anggota Komite I DPD RI Irman Gusman menilai penurunan alokasi dana transfer ke daerah (TKD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah (pemda) untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

JAKARTA, BANPOS – Anggota Komite I DPD RI Irman Gusman menilai penurunan alokasi dana transfer ke daerah (TKD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah (pemda) untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu disampaikannya untuk merespons penurunan alokasi pemerintah Rp650 triliun untuk TKD dalam RAPBN 2026, atau turun 24,7 persen dibandingkan dengan proyeksi realisasi 2025 sebesar Rp864,1 triliun.

Baca Juga

Dasco 3 Kali Temui Prabowo Seminggu ini

Dasco 3 Kali Temui Prabowo Seminggu ini

November 24, 2025
Kadin Optimistis Situasi Segera Pulih dan Aktivitas Usaha Kembali Normal

Kadin Optimistis Situasi Segera Pulih dan Aktivitas Usaha Kembali Normal

September 2, 2025
DPRD Kabupaten Serang Setuju Anggarkan Insentif Guru Swasta di APBD 2026

DPRD Kabupaten Serang Setuju Anggarkan Insentif Guru Swasta di APBD 2026

September 2, 2025
Anggota DPR: Pemberian Abolisi-Amnesti Bukti Presiden Berjiwa Besar

Anggota DPR: Pemberian Abolisi-Amnesti Bukti Presiden Berjiwa Besar

Agustus 1, 2025

“Pengurangan transfer pusat memang memberatkan pemda, tapi justru di sinilah tantangan bagi daerah untuk menggali potensi fiskal secara kreatif dan inovatif,” kata Irman dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menegaskan jangan sampai penurunan anggaran pusat ke daerah ditutup dengan cara instan, seperti menaikkan pajak dan retribusi yang bisa membebani rakyat kecil.

“Kuncinya tidak harus selalu menaikkan pajak, melainkan bisa dengan cara mengoptimalkan BUMD, memanfaatkan aset daerah, memperluas kerjasama investasi, dan membuka sektor wisata serta ekonomi kreatif,” ujarnya.

Menurut dia, jika pemerintah daerah hendak menyesuaikan tarif pajak bumi dan bangunan (PBB) maka langkah tersebut harus melalui diskusi dengan semua pemangku kepentingan.

“Harus ada musyawarah agar kebijakan fiskal tidak menimbulkan keresahan. Jangan sampai rakyat terbebani karena itu harus menimbang kemampuan masyarakat itu sendiri,” katanya.

Ia pun menyoroti kasus kenaikan PBB-P2 yang memicu protes warga karena dianggap memberatkan, sebagaimana terjadi di sejumlah daerah seperti Pati, Cirebon, dan Bone, di mana

“Kasus ini memberi pelajaran penting bahwa kebijakan pajak tanpa komunikasi publik yang baik bisa menimbulkan gejolak sosial. Itu yang harus dihindari,” tuturnya.

Lebih jauh, dia mengingatkan pemerintah pusat agar tetap menjaga keadilan fiskal di tengah kondisi anggaran yang tertekan.

Ia menambahkan pemerintah juga harus memberi perhatian khusus kepada daerah yang selama ini memang masih sangat bergantung pada TKD.

“Di wilayah seperti itu, sektor jasa dan sumber PAD lain belum berkembang. Kalau transfer pusat dikurangi tanpa kompensasi, maka pembangunan bisa terhambat dan rakyat yang paling merasakan dampaknya,” ucapnya.

Sebelumnya, Jumat (15/8), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan anggaran transfer ke daerah (TKD) yang mengalami penurunan pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 disebabkan oleh peralihan anggaran ke belanja pemerintah pusat.

Dalam RAPBN 2026, anggaran TKD ditetapkan sebesar Rp650 triliun, terkoreksi sebesar 24,8 persen dari proyeksi TKD 2025 sebesar Rp864,1 triliun.

“Kalau TKD mengalami penurunan, kenaikan dari belanja pemerintah pusat di daerah itu naiknya jauh lebih besar,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta.

Menurut dia, manfaat dari program belanja pemerintah pusat juga dirasakan oleh masyarakat di daerah.

Sebagai contoh, program perlindungan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako, program pendidikan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, Makan Bergizi Gratis (MBG), subsidi energi dan non-energi, hingga program ketahanan pangan seperti lumbung pangan dan cadangan pangan oleh Bulog.

Menkeu menyebut program-program itu, dan program lain yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, memakan alokasi sebesar Rp1.376,9 triliun dari belanja pemerintah pusat dalam RAPBN 2026.  (ANTARA)

Tags: Anggota Komite I DPDPenurunan TKDPolitik
ShareTweetSend

Berita Terkait

Dasco 3 Kali Temui Prabowo Seminggu ini
NASIONAL

Dasco 3 Kali Temui Prabowo Seminggu ini

November 24, 2025
Kadin Optimistis Situasi Segera Pulih dan Aktivitas Usaha Kembali Normal
EKONOMI

Kadin Optimistis Situasi Segera Pulih dan Aktivitas Usaha Kembali Normal

September 2, 2025
DPRD Kabupaten Serang Setuju Anggarkan Insentif Guru Swasta di APBD 2026
POLITIK

DPRD Kabupaten Serang Setuju Anggarkan Insentif Guru Swasta di APBD 2026

September 2, 2025
Anggota DPR: Pemberian Abolisi-Amnesti Bukti Presiden Berjiwa Besar
POLITIK

Anggota DPR: Pemberian Abolisi-Amnesti Bukti Presiden Berjiwa Besar

Agustus 1, 2025
Wakil Gubernur Banten tegaskan pengisian jabatan mengacu PDLT
POLITIK

Wakil Gubernur Banten tegaskan pengisian jabatan mengacu PDLT

Juli 29, 2025
PERISTIWA

Meski PKS Usung Uyun, Dimyati Malah Dukung Helldy di Cilegon

Juli 19, 2024
Next Post
Dinkes Kota Tangerang: Program BIAS Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak

Dinkes Kota Tangerang: Program BIAS Tingkatkan Kekebalan Tubuh Anak

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh