JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,35 persen ke level Rp 16.302 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi. Posisi ini lebih rendah dibanding penutupan sehari sebelumnya di level Rp 16.245 per dolar AS.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang terkoreksi terhadap dolar AS. Peso Filipina turun 0,41 persen, baht Thailand melemah 0,09 persen, dan ringgit Malaysia terkoreksi 0,05 persen. Sementara yen Jepang justru menguat 0,11 persen, dolar Hong Kong naik 0,23 persen, serta dolar Singapura menguat 0,08 persen.
Indeks dolar AS sendiri tercatat menguat 0,15 persen ke level 98,27. Di sisi lain, rupiah terpantau menguat terhadap beberapa mata uang lain, yakni poundsterling Inggris sebesar 0,16 persen ke Rp 21.966 dan dolar Australia 0,27 persen ke Rp 10.501.
Analis pasar keuangan, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh penguatan dolar AS yang mendapat dorongan dari ekspektasi pidato hawkish Ketua The Fed Jerome Powell pekan ini. Dari dalam negeri, investor masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25 persen.
“Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran Rp 16.150–Rp 16.300 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini,” ujar Lukman. (RM.ID)

Discussion about this post