JAKARTA, BANPOS – Radio Republik Indonesia (RRI) Bandung mempersembahkan drama radio dalam memperingati 80 tahun Kemerdekaan Indonesia. Tepatnya, tentang peran RRI Bandung dalam menyebarluaskan berika kemerdekaan ke seluruh penjuru Tanah Air dan dunia.
“RRI Bandung memproduksi drama radio berjudul Menjemput Suara Merdeka dengan total 10 episode, disiarkan melalui Programa 1 RRI Bandung FM 97.6 Mhz, sejak 5-14 Agustus 2025,” kata Kepala RRI Bandung, Soleman Yusuf, dalam keterangannya, Selasa (12/8/2025).
Soleman mengungkapkan, pendengar di ajak menyelami tokoh-tokoh RRI yang dahulu bekerja di Radio Hoso Kanri Kyoko Jepang yang sekarang menjadi RRI Bandung, berupaya membacakan
“Proklamasi dan menyebarluaskan, bukan saja di Indonesia tetapi juga luar negeri. Bagaimana mereka harus mengungsi hingga ke gunung dan kandang sapi, membawa pemancar dan peralatan tehnik lainnya untuk menghindari tantara sekutu,” ungkapnya.
Nah, berangkat dari peristiwa penting itu, RRI Bandung mencoba menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat melaui sejarah yang dikemas dalam Dokumentasi Drama (Dokudrama) Radio, di tengah maraknya teknologi dan beragamnya platform saat ini.
Secara teknis, Drama Radio ini diisi oleh tim dari Gelanggang Seni Sastra, Teater, dan Film (GSSTF) Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung dan Peri Sandi Huizche, seorang sastrawan nasional sekaligus dosen di perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Yusuf mengungkapkan, drama radio ini menjadi istimewa karena menghadirkan rekaman suara asli penyiar eks Radio Hoso Kyoku, Sakti Alamsyah.
Rekaman asli yang disiarkan pada 17 Agustus 1945 pukul 19.00 WIB, yang saat itu dipancarluaskan oleh dua pemancar eks Radio Hoso Kyoku, Radio Malabar dan empat pemancar milik Jawatan Pos/Telephone.
“Siaran tersebut pada saat itu, dapat didengar di Amerika Serikat, Jepang, dan belahan dunia lainnya,” kenangnya.
Sementara, Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman mengungkapkan rasa bangga dan haru ketika mendengarkan suara Sakti Alamsyah membacakan ulang teks asli proklamasi di RRI Bandung (Hoso Kyoku).
Diceritakannya, Bung Karno membacakan Proklamasi di Pengangsaan Timur, pada 17 Agustus 1945. Sejurus kemudian, angkasawan RRI Bandung mempertaruhkan nyawa menyiarkannya.
“Dokudrama ini sangat layak disimak para pelajar, mahasiswa, kaum muda-mudi di Jawa Barat dan seluruh Indonesia yang menjadi penerus semangat Proklamasi,” kata Fadjroel.
Kemudian, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, mendengarkan drama radio ini, membuat pendengar diajak kembali ke masa itu dalam imajinasi melalui suara, intonasi, dan efek suara.
“Kota Bandung memiliki sejarah panjang dan kaya terkait radio. Beberapa peristiwa penting terkait radio terjadi di Bandung, termasuk siaran pembacaan teks proklamasi kemerdekaan yang disiarkan dari Radio Hoso Kyoku, yang kemudian menjadi RRI,” kata Farhan.
Diketahui, dokudrama Menjemput Suara Merdeka, pada episode ke-7 akan diputarkan kesaksian salah seorang saksi sejarah Imron Rosadi, yang pada 17 Agustus 1945 juga mendengarkan siaran Proklamasi dari Baghdad Irak.
Drama Radio ini juga akan dipentaskan pada acara “Kita Indonesia” pada 23 Agustus 2025 di Auditorium Lokantara Budaya RRI Bandung. Kegiatan ini, bagian komitmen RRI sebagai media publik yang menyuarakan semangat kebangsaan dan ke-Indonesiaan. (RM.ID)



Discussion about this post