TANGERANG, BANPOS – Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten mengajak para guru juga melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara mandiri di puskesmas dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Dini Anggraeni di Tangerang, Selasa (12/8/2025), mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar para guru juga bisa melakukan kegiatan serupa yang kini menyasar pelajar.
“Jadi, bukan hanya pelajar saja, tetapi para guru juga harus sadar atas pentingnya kesehatan diri. Maka, penting juga bagi para guru untuk mengikuti CKG di puskesmas,” kata dia.
Pada Senin (11/8) Pemerintah Kota Tangerang resmi menggelar cek kesehatan gratis kepada pelajar yang dimulai di SMP Negeri 28 Kota Tangerang.
“Kami upayakan 100 persen tercapai dan setiap tahunnya dilakukan kembali. Jadi, setiap tahun ajaran baru akan kami terus lakukan seperti sebelumnya,” kata Dini.
Dinas Kesehatan Kota Tangerang menyebutkan program CKG bagi pelajar menyasar 337.649 siswa berasal dari 986 sekolah tingkat SD hingga SMA negeri maupun swasta mulai kelas kelas I hingga XII.
Dini mengatakan CKG bagi pelajar ini meliputi pemeriksaan umum, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, telinga, gigi, serta deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular.
“Intinya adalah mendeteksi dini gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi perkembangan dan prestasi belajar anak di sekolah,” katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan CKG bagi pelajar mendapatkan persetujuan orang tua. Apabila anak memiliki riwayat kesehatan, harus melampirkan informasi untuk pemeriksaan lanjutan.
Bagi siswa dengan kebutuhan khusus, orang tua diimbau untuk mendampingi atau memberikan informasi tambahan kepada guru atau petugas kesehatan sekolah. “Siswa diharapkan hadir dalam kondisi bersih, rapi, dan sarapan terlebih dahulu sebelum pemeriksaan,” ujarnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan ini merupakan bagian dari Delapan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang mendukung misi Asta Cita, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
“Dengan memeriksa kesehatan sejak usia sekolah, kita sedang berinvestasi bagi masa depan, yaitu dengan mencegah penyakit, mendeteksi dini masalah kesehatan, dan memperbaiki status gizi,” ujarnya.(ANTARA)





Discussion about this post