TANGSEL, BANPOS – Polsek Serpong berhasil mengamankan 54 remaja yang hendak melakukan tawuran di kawasan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), pada Minggu (10/8) sekira pukul 03.00 WIB.
Dari tangan mereka, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam dan satu buah bom molotov.
“Total ada 54 orang, senjatanya celurit ada 6 buah. Mau tawuran nyerang ke Kedaung, belum sempat kita sudah cegah duluan,” ujar Kapolsek Serpong, Komisaris Polisi Suhardono, saat dikonfirmasi, Minggu (10/8).
Suhartono menjelaskan, penggerebekan bermula dari laporan warga yang curiga melihat kerumunan remaja nongkrong di sekitar area permakaman di wilayah Tajuk, Cilenggang pada Sabtu malam.
Ketika didatangi petugas, didapati senjata tajam yang diduga akan digunakan tawuran.
“Dari informasi warga kalau ada orang banyak nongkrong-nongkrong dekat makam yang di Tajur, Cilenggang. Dari situ dilanjutin, karena malam kok pada nongkrong kenapa gitu, rame juga kan. Ada 25 motor yang diamankan, begitu dicek ada celurit, bahkan ada satu bom molotov juga,” jelasnya.
Sebagian besar pelaku diketahui masih berstatus pelajar dan di bawah umur.
Sebagian dari kelompok itu juga sempat kabur saat patroli gabungan polisi dan KSK tiba di lokasi.
“Rata-rata masih di bawah umur, anak-anak pelajar. Udah gitu untuk senjata gak ada yang mau ngakuin, karena sebagian kabur,” ucapnya.
Sehingga, yang berhasil diamankan hanya berjumlah 54 orang.
“Iya dibawa ke Polsek, karena kan banyak ya untuk penyelidikannya ya belum tuntas, karena banyak banget,” tuturnya.
Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian akan memanggil orang tua para pelaku dan melakukan pembinaan langsung sebagai upaya pencegahan tawuran ke depan.
Polisi juga berhasil menangkap admin media sosial (medsos) Instagram yang diduga bertugas mencari lawan tawuran.
“Jadi itu cabutan-cabutan ada yang dari Serpong, Gunung Sindur, jadi gak dari satu wilayah. Adminnya kita juga amankan. Nanti kita panggil-panggilin orang tuanya. Langsung kita bina di situ sekalian untuk langkah pencegahan,” tandasnya. (*)

Discussion about this post