JAKARTA, BANPOS – Praktisi ketenagakerjaan yang juga karyawan BUMN selama 29 tahun, Djusman Hi Umar, menegaskan peran strategis serikat pekerja sebagai mitra manajemen dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.
“Banyak yang keliru memandang serikat pekerja sebagai penghambat. Padahal, serikat adalah mitra strategis yang menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan hak pekerja,” ujarnya, Senin (11/8/2025).
Djusman mengibaratkan hubungan manajemen dan serikat pekerja seperti nahkoda dan kru kapal yang berlayar menuju pelabuhan yang sama. Meski peran berbeda, tujuan keduanya sama: perusahaan selamat dan sampai tepat waktu.
Ia mencontohkan keberhasilan kemitraan itu saat integrasi BUMN kepelabuhanan Pelindo 1, 2, 3, dan 4. Melalui Berita Acara Bali, serikat pekerja dan manajemen sepakat tidak ada rasionalisasi, tidak ada penurunan kesejahteraan, dan masa kerja karyawan tetap diakui. Kesepakatan ini bahkan diatur dalam PP No. 101 Tahun 2021.
“Integrasi berjalan lancar tanpa mengorbankan pekerja. Ini bukti kolaborasi yang sehat bisa menjaga produktivitas dan keberlanjutan,” kata Djusman.
Menurutnya, keberlanjutan perusahaan bukan hanya soal modal dan strategi bisnis, tapi juga faktor manusia. “Pekerja yang sejahtera, merasa aman, dan dilibatkan akan lebih loyal dan produktif,” ujarnya.
Djusman menekankan, perusahaan yang sehat membutuhkan keseimbangan. Manajemen menjaga pertumbuhan, sementara serikat memastikan pertumbuhan itu tidak mengorbankan hak pekerja. “Kalau dua kekuatan ini berkolaborasi, perusahaan bukan hanya bertahan, tapi juga bisa melaju jauh dan memenangkan persaingan,” tandasnya. (RM.ID)

Discussion about this post