Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Sejarah Singkat dan 11 Fakta Menarik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

by Tim Redaksi
Agustus 11, 2025
in NASIONAL
Sejarah Singkat dan 11 Fakta Menarik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Naskah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang ditulis tangan Bung Karno, sempat dibuang ke tempat sampah dan diambil kembali oleh wartawan bernama BM Diah. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, BANPOS – Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 adalah tonggak penting sejarah bangsa Indonesia, yang menandai berakhirnya penjajahan dan lahirnya negara Indonesia yang merdeka.

Berikut sejarah singkat dan 11 fakta penting seputar Proklamasi Kemerdekaan RI yang dirangkum dari berbagai sumber:

Baca Juga

Imigrasi Soetta Mengamankan Enam WNA Yang Langgar Keimigrasian

Imigrasi Soetta Mengamankan Enam WNA Yang Langgar Keimigrasian

November 14, 2025
Mengapa Bung Karno Pilih 17 Agustus 1945 Jadi Hari Kemerdekaan RI? Ini Alasannya

Mengapa Bung Karno Pilih 17 Agustus 1945 Jadi Hari Kemerdekaan RI? Ini Alasannya

Agustus 11, 2025

Tanggal Proklamasi

Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada Jumat 17 Agustus 1945 Tahun Masehi atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, pukul 10.00 WIB, di kediaman Presiden pertama RI Ir. Soekarno Jl. Pegangsaan Timur No. 56 (sekarang Jl. Proklamasi), Jakarta Pusat.

Pembacaan Naskah Proklamasi

Teks proklamasi dibacakan oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno atau Bung Karno didampingi Wakil Presiden pertama Drs. Mohammad Hatta.

Perumusan Naskah Proklamasi

Naskah disusun oleh Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo pada 16 Agustus 1945 malam di rumah Laksamana Tadashi Maeda (perwira Jepang).​​​​​​​

Penyusunan Naskah Asli

Bung Karno menulis naskah Proklamasi di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, pada dini hari 17 Agustus 1945. Setelah selesai, naskah tulisan tangan tersebut diberikan kepada Sayuti Melik untuk diketik.

Naskah Tulisan Tangan Dibuang

Karena naskah hasil ketikan dianggap lebih penting dan naskah tulisan tangan tidak lagi diperlukan, Sayuti Melik membuangnya ke tempat sampah.

Naskah asli tersebut kemudian ditemukan dan disimpan oleh seorang wartawan bernama BM Diah. Setelah 48 tahun, BM Diah menyerahkan naskah asli tulisan tangan tersebut kepada Presiden Soeharto pada tahun 1993. Sejak 1995, naskah ini disimpan di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam kondisi terawat.

Bendera Pusaka Merah Putih

Bendera Pusaka Merah Putih dijahit oleh istri Bung Karno, Fatmawati. Pada masa pendudukan Jepang, kain berkualitas sulit diperoleh, sehingga menggunakan bahan seadanya: kain soto. Disebut kain soto, karena bahannya tipis. Biasa digunakan untuk menyaring kuah soto atau bahan gorden tipis.

Bendera pusaka pertama kali dikibarkan di halaman rumah Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.

Setelah proklamasi, bendera pusaka ini disimpan dan hanya dikibarkan pada peringatan HUT RI hingga 1968. Saat ini bendera tersebut disimpan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam kondisi terawat khusus.

Latar Belakang

Proklamasi terjadi setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, yang menciptakan peluang untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Peran Pemuda

Golongan pemuda seperti Sukarni, Wikana, dan Chaerul Saleh mendesak agar proklamasi segera dilakukan, tanpa menunggu persetujuan Jepang. Mereka bahkan “menculik” Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Agar kedua tokoh itu terlepas dari pengaruh pihak Jepang di Jakarta.

Golongan pemuda ini mendesak proklamasi dilakukan secepat mungkin, setelah Jepang menyerah pada Sekutu pada 15 Agustus 1945.

Belanda Berusaha Kembali Berkuasa

Tidak semua negara langsung mengakui kemerdekaan RI. Belanda bahkan berusaha kembali berkuasa, sehingga terjadi agresi militer I pada 21 Juli – 5 Agustus 1947 dan agresi militer II pada 19 Desember 1948 – 5 Januari 1949 di wilayah Jawa dan Sumatera.

Dukungan Moral Pertama

Tokoh Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, mufti besar Yerusalem, menyampaikan dukungan dan seruan pengakuan kemerdekaan Indonesia kepada dunia Arab, tak lama setelah proklamasi 1945. Dukungan ini bersifat moral dan politik, bukan pengakuan diplomatik formal.

Pengakuan Diplomatika Resmi Pertama

Mesir adalah negara pertama yang menyampaikan pengakuan diplomatik resmi terhadap kemerdekaan RI.

Pengakuan yang disampaikan pada 22 Maret 1947 itu dibuktikan dengan pembukaan hubungan diplomatik dan pengiriman konsul.

Pengakuan Mesir memperkuat posisi Indonesia di mata dunia dan memicu negara-negara Arab lainnya (Suriah, Irak, Arab Saudi, Yaman, Lebanon) untuk mengikuti langkah serupa. (RM.ID)

Tags: 17 Agustus 1945RengasdengklokSoekarno-Hatta
ShareTweetSend

Berita Terkait

Imigrasi Soetta Mengamankan Enam WNA Yang Langgar Keimigrasian
HUKRIM

Imigrasi Soetta Mengamankan Enam WNA Yang Langgar Keimigrasian

November 14, 2025
Mengapa Bung Karno Pilih 17 Agustus 1945 Jadi Hari Kemerdekaan RI? Ini Alasannya
NASIONAL

Mengapa Bung Karno Pilih 17 Agustus 1945 Jadi Hari Kemerdekaan RI? Ini Alasannya

Agustus 11, 2025
Next Post
Koperasi Merah Putih Tangerang Diajak Jual Hasil Panen Petani Lokal

Koperasi Merah Putih Tangerang Diajak Jual Hasil Panen Petani Lokal

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh