JAKARTA, BANPOS – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan ini dengan penguatan tipis. Senin (11/8/2025) pagi, rupiah dibuka menguat 0,28 persen ke level Rp 16.247 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (8/8/2025) di posisi Rp 16.293 per dolar AS.
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS terpantau bervariasi. Dolar Singapura naik 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,33 persen, sementara baht Thailand melemah 0,11 persen.
Indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,07 persen ke level 97,94. Meski menguat terhadap dolar AS, rupiah terpantau melemah terhadap beberapa mata uang lainnya.
Rupiah melemah 0,20 persen terhadap euro ke level Rp18.694, minus 0,21 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp21.852, dan turun 0,28 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 10.590.
Analis pasar keuangan Lukman Leong menilai, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar AS yang masih tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).
“Prospek ini menyusul pernyataan dovish Deputi Gubernur The Fed Michelle Bowman yang mendukung tiga kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun,” ujarnya.
Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 16.200–Rp 16.300 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. (RM.ID)






Discussion about this post