JAKARTA, BANPOS – Banjir di Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Senin (4/8/2025), telah surut. Warga berharap, musibah ini tidak terulang kembali di kemudian hari.
Pantauan RM.id dari lokasi pada Rabu (6/8/2025), sebagian besar warga sudah kembali beraktivitas kembali seperti biasa. Kawasan Bidara Cina yang terletak tidak jauh dari aliran Kali Ciliwung menjadi salah satu titik rawan banjir saat musim hujan tiba.
“Iya, hari Senin tanggal 4 sempat banjir. Biasanya sih kita udah tau, liat di sosial media itu ketinggian air berapa. Hari Senin banjirnya cukup tinggi, sepinggang, di rumah saya loh. Nggak tau di tempat lain, karena di sini kan rendah. Datarnya paling rendah,” ungkap Ibu Tari (51), Ketua RT 5 RW 7 Kelurahan Tanjung Lengkong, saat ditemui di lokasi, Rabu (6/8/2025).
Meski sempat tergenang cukup parah, air mulai surut sejak siang hari di hari yang sama. Proses surutnya air yang cepat membuat warga tak perlu dievakuasi secara massal.
“Untuk surutnya sendiri cepat, karena siang sudah surut. Dan harapan saya semoga nggak banjir lagi,” tambah Ibu Tari.
Warga setempat sudah lama tinggal di kawasan tersebut dan telah terbiasa menghadapi kondisi banjir musiman, terutama saat intensitas hujan tinggi atau adanya luapan dari Kali Ciliwung. Namun, kekhawatiran terhadap rencana relokasi dari pemerintah juga mencuat.
“Harapan kalau digusur sama pemerintah, biar ada penggantinya. Ganti untung lah, jangan ganti lagi. Kasihan sama rakyat kecil. Karena kita kan di sini kan udah bertahun-tahun, Mbak. Saya lahir di sini,” ujar Ibu Tari penuh harap.
Menurut pengamatan di lokasi, aktivitas warga mulai kembali normal bahkan beberapa toko dan warung sudah mulai buka, serta lalu lintas di sekitar jalan utama mulai ramai seperti biasa.
Lebih lanjut, Sebanyak 16 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Timur masih terendam banjir pada Selasa (5/8) pagi. Banjir ini terjadi akibat luapan Kali Ciliwung setelah hujan deras mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa genangan tidak berlangsung lama dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. DIa menyatakan bahwa banjir kali ini cepat surut berkat sejumlah infrastruktur pengendali banjir yang telah dipersiapkan.
Pramono menegaskan pentingnya normalisasi Kali Ciliwung sebagai langkah utama dalam menangani banjir jangka menengah. Dia menyebut bahwa sungai ini memberikan kontribusi terbesar terhadap banjir yang melanda ibu kota.
“Bahwa, kenapa Ciliwung? Karena Ciliwung itu memberikan kontribusi 40% dari banjir di Jakarta,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir terjadi akibat luapan Kali Ciliwung menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada hari sebelumnya.
Menurut BPBD DKI Jakarta, banjir disebabkan oleh hujan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin sore (4/8/2025), yang menyebabkan kenaikan status Bendung Katulampa menjadi Siaga 3 pada pukul 16.30 WIB. Akibatnya, air meluap dari Kali Ciliwung dan menggenangi sejumlah permukiman warga di Jakarta Timur.
BPBD mencatat genangan air terjadi di 12 RT yang tersebar di empat kelurahan di Jakarta Timur. Berikut rinciannya:
* Kelurahan Bidara Cina: 2 RT
* Ketinggian air: 35 cm
* Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Kampung Melayu: 4 RT
* Ketinggian air: 40 cm
* Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Cawang: 3 RT
* Ketinggian air: 30 cm
* Penyebab: Luapan Kali Ciliwung
* Kelurahan Cililitan: 3 RT
* Ketinggian air: 60 cm (tertinggi)
* Penyebab: Luapan Kali Ciliwung. (RM.ID)


Discussion about this post