LEBAK, BANPOS – Sejumlah stand acara Festival Karian di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, porak-poranda usai dihantam hujan lebat yang disertai angin kencang, Senin (4/8/2025) sore. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan informasi, peristiwa itu terjadi saat hujan lebat mengguyur disertai angin kencang yang terjadi sejak pukul 14.30 WIB. Stand-stand yang berada di lahan terbuka dengan mudah dihantam angin kencang hingga porak-poranda.
Beruntung kejadian yang terjadi pada sore itu berdasarkan informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak tidak menimbulkan korban jiwa. Namun akibat peristiwa itu sempat membuat panik para pedagang dan warga yang tengah berkunjung pada cara yang digelar dari tanggal 31 Juli sampai tanggal 18 Agustus 2025 mendatang tersebut.
“Betul, itu stand-standa (roboh akibat angin kencang) di lokasi Festival Karian,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama saat ditanya SatelitNews.Com terkait lokasi stand-standa roboh di Festival Karian.
Saat ini BPBD Lebak ujar Febby saat ini masih melakukan asesmen fasca kejadian tersebut. Dia menambahkan, bencana hidrometeologi tidak hanya menimpa wilayah acara Festival Karian melainkan terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Lebak, diantaranya terjadi tanah longsor di Kampung Cileubang, Desa Sukajaya, yang mengakibatkan dua rumah rusak ringan, banjir genangan di Kampung Tutul, Desa Citeras, Kacamatan Rangkasbitung, sedikitnya dua rumah tergenang.
“Hasil asesmen kita dampak bencana hidrometeorologi yang diakibatkan hujan lebat yang disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menutupi akses jalan, alhamdulilah berhasil dievakuasi di Warunggunung,” kata Febby.
“Bencana angin kencang yang melanda di lokasi acara Festival Karian yang berdampak pada stand pedagang UMKM roboh, tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut. Dan bencana tanah longsor menimpa rumah pada bagian atap ada 2 rumah alami rusak ringan di Kampung Cileubang,”ungkapnya.
“Dan banjir di Rangkasbitung itu diakibatkan adanya sumbatan pada saluran pemukiman mengakibatkan air tidak mengalir dengan normal, dan terjadinya banjir yang menggenangi dua rumah, saat ini banjir sudah kembali surut setelah terendam selama 30 Menit lebih,” jelasnya. Febby mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada, berbagai potensi yang disebabkan cuaca ekstrem. (SATELITNEWS)





Discussion about this post