Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Komisi Nasional Perempuan Catat Delapan Kasus Intoleransi Selama 2025

by Tim Redaksi
Agustus 5, 2025
in LIFESTYLE
Komisi Nasional Perempuan Catat Delapan Kasus Intoleransi Selama 2025

Anggota Komnas Perempuan Daden Sukendar.

JAKARTA, BANPOS – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat sedikitnya telah terjadi delapan kasus intoleransi di Indonesia sepanjang tahun 2025.

“Sepanjang tahun 2025, Komnas Perempuan telah mendokumentasikan delapan kasus intoleransi. Setelah sebelumnya terjadi di Sukabumi dan Depok, peristiwa serupa kembali terjadi di Padang pada 27 Juli 2025,” kata Anggota Komnas Perempuan Daden Sukendar saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Baca Juga

Komnas Perempuan Mengajak Publik Ingat Perjuangan Pahlawan Perempuan

Komnas Perempuan Mengajak Publik Ingat Perjuangan Pahlawan Perempuan

November 10, 2025

Hal itu dikatakan Daden menanggapi peristiwa persekusi terhadap jemaat yang sedang beribadah di rumah doa Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.

Daden mengecam keras terjadinya peristiwa intoleransi tersebut.

“Komnas Perempuan mengecam terulangnya peristiwa intoleransi,” katanya.

Komnas Perempuan mengingatkan pemerintah dan pemda agar melakukan pembinaan kepada warga untuk menjaga kerukunan umat beragama dan mencegah konflik, sebagaimana amanat Pasal 25 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sehingga dapat melakukan langkah-langkah antisipasi terjadinya tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga.

Kasus ini bermula saat massa mendatangi dan membubarkan kegiatan ibadah jemaat Kristen di rumah doa GKSI, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (27/7) sore.

Salah satu video yang viral di media sosial menunjukkan sejumlah laki-laki, sebagian membawa kayu, berteriak-teriak memaksa jemaat keluar dari rumah doa.

Mereka memecahkan kaca jendela dengan kayu, membongkar pagar, dan menghancurkan kursi plastik, serta berbagai fasilitas lainnya.

Jemaat yang panik bergegas keluar dari rumah doa. Anak-anak pun menangis ketakutan.

Setelah rumah doa kosong, warga terus melakukan perusakan.

Peristiwa ini mengakibatkan dua anak terluka.

Selanjutnya polisi mengamankan sembilan orang yang diduga sebagai pelaku perusakan dan menahan mereka di Mapolresta Padang. (ANTARA)

Tags: Gereja Kristen Setia IndonesiaGKSIkasus intoleransikomisi nasional
ShareTweetSend

Berita Terkait

Komnas Perempuan Mengajak Publik Ingat Perjuangan Pahlawan Perempuan
NASIONAL

Komnas Perempuan Mengajak Publik Ingat Perjuangan Pahlawan Perempuan

November 10, 2025
Next Post
Dewan Pers Sebut Efisiensi Anggaran Bikin Kuota Uji Kompetensi Wartawan Berkurang Drastis

Dewan Pers Sebut Efisiensi Anggaran Bikin Kuota Uji Kompetensi Wartawan Berkurang Drastis

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh