CILEGON, BANPOS – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) memperkenalkan PLUSRI, inovasi bahan bakar terbarukan hasil pengolahan sampah plastik melalui teknologi pirolisis, pada ajang Gelar Batik Nusantara 2025.
Produk ini hadir sebagai solusi pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi sirkular, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
PLUSRI dikembangkan melalui fasilitas Industri Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) ASARI milik Chandra Asri Group, dan telah dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri lokal.
Produk turunannya berupa Minyak Tanah Plas digunakan antara lain dalam proses pemanasan malam dan pewarnaan batik, sementara Solar Plas berpotensi menjadi substitusi solar untuk moda transportasi dan kebutuhan logistik masyarakat sekitar.
“Inovasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sampah plastik dapat diolah menjadi sumber daya energi yang memiliki nilai lingkungan, ekonomi, dan sosial,” ujar Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, Nicko Setyabudi, Kamis (31/7).
Nicko menambahkan bahwa PLUSRI merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah plastik secara bijak.
Selain sektor batik, produk ini juga digunakan sebagai bahan bakar awal dalam proses produksi batu bata, pengolahan makanan skala rumahan, dan aktivitas logistik komunitas di sekitar wilayah Operasional perusahaan.
Penggunaan PLUSRI juga mendapat apresiasi dari pelaku UMKM. Salah satunya adalah Batik Krakatoa, perajin batik khas Cilegon, yang telah menggunakan Minyak Tanah Plas dalam proses produksinya.
“Ketersediaan Minyak Tanah Plas sangat membantu proses pencairan malam (lilin), yang merupakan bagian penting dalam membatik. Kami berterima kasih atas dukungan Chandra Asri Group yang turut memberdayakan sektor UMKM,” ujar perwakilan Batik Krakatoa.
Melalui PLUSRI, Chandra Asri Group menunjukkan kontribusinya dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi UMKM sebagai pilar ekonomi lokal yang ramah lingkungan. (*)



Discussion about this post