SERANG, BANPOS – Belasan warga Kota Serang dicoret dari daftar penerima manfaat program BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN 2025.
Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, Muhammad Ibra Gholibi.
Berdasarkan hasil pencocokan sementara data Badan Pusat Statistik (BPS), Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tercatat kurang lebih ada sebanyak 15 ribuan masyarakat yang tercoret dari keikutsertaannya dalam program BPJS PBI APBN 2025.
“Penonaktifan BPJS APBN jumlahnya kurang lebih 15 ribuan,” kata Ibra, Jumat (25/7).
Ibra menjelaskan, alasan pencoretan itu disebabkan karena masyarakat yang terdaftar sudah tidak lagi termasuk golongan Desil I atau miskin ekstrim.
Artinya, tingkat kesejahteraan mereka berangsur membaik.
“Rata-rata naik kelas, dianggap sudah sejahtera,” ujarnya.
Kemudian setelah hasil pengecekan data itu selesai, Dinsos Kota Serang nanti akan merilis nama-nama yang sudah tidak lagi terdaftar sebagai peserta BPJS PBI APBN.
Hal itu dilakukan supaya masyarakat bisa mengkonfirmasi perihal status kepesertaannya kepada pemerintah.
“Nanti kita akan share nama-nama yang dinonaktifkan ke masing-masing kelurahan. Masyarakat bisa mengecek kalau memang tidak sesuai,” kata Ibra menjelaskan.
Ibra mengungkapkan bahwa data itu bersifat dinamis. Sehingga tidak menutup kemungkinan jumlah masyarakat yang tercoret dari daftar kepesertaan BPJS PBI APBN di Kota Serang terus bertambah.
“Ini masih dalam proses ground check, jadi data ini masih dinamis berubah,” ucapnya. (*)






Discussion about this post