SURAKARTA, BANPOS – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati menegaskan, bahwa pelestarian batik bukan hanya soal menjaga warisan budaya, tetapi juga bagian dari strategi diplomasi budaya yang dapat memperkuat citra Indonesia di kancah global.
Pernyataan ini disampaikan Keponakan Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kerja reses ke Kampung Batik Laweyan, Surakarta, Sabtu (26/7/2025).
“Batik sudah menjadi identitas budaya Indonesia yang diakui dunia. Bahkan tekstil dan tren fashion di Afrika banyak terinspirasi dari batik Indonesia. Ini menunjukkan betapa kuatnya budaya kita jika dikembangkan dengan baik,” tulis Saras, sapaan Rahayu Saraswati di akun instagramnya yang dikutip Senin (28/7/2025).
Srikandi Partai Gerindar ini menyoroti tantangan regenerasi pengrajin tradisional sebagai isu krusial dalam pelestarian batik.
Untuk itu, Saras mendorong edukasi sejak usia dini dan program sosialisasi yang mampu menanamkan kebanggaan terhadap batik pada anak-anak.
“Kalau sejak kecil mereka sudah dikenalkan dengan batik, akan tumbuh rasa bangga dan rasa memiliki. Ini adalah modal penting bagi regenerasi pengrajin di masa depan,” jelasnya. (RM.ID)



Discussion about this post