CILEGON, BANPOS – Wakil Ketua II DPRD Kota Cilegon, Masduki, menyoroti sejumlah kebocoran dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih membutuhkan pembenahan serius.
Sorotan tersebut ia sampaikan dalam Rapat Gabungan Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD bersama Badan Anggaran DPRD dan TAPD Kota Cilegon di Aula DPRD Kota Cilegon, Kamis (24/7).
Menurut Masduki, terdapat beberapa sektor yang rawan kebocoran, mulai dari retribusi sampah, pengelolaan parkir, hingga pajak rumah makan.
“Ada beberapa kebocoran. Pertama, dari pendapatan sampah. Kedua, pengelolaan perparkiran perlu diperbaiki. Ketiga, rumah makan harus disiapkan tap system agar terkoneksi langsung dengan sistem pemerintah. Dengan alat itu, kebocoran bisa diminimalkan,” tegasnya usai rapat.
Ia juga menyinggung rendahnya capaian pendapatan dari sektor-sektor potensi seperti retribusi sampah, pajak perhotelan, dan restoran.
Masduki menyoroti khususnya pengelolaan sampah industri yang masih dikuasai pihak ketiga tanpa mekanisme retribusi yang jelas.
“Pengelolaan sampah dan industri-industri hari ini masih pakai pihak ketiga. Boleh pihak ketiga, tanpa harus distandarisasi, dan retribusinya masuk ke DPA agar masuk ke kas daerah,” ujarnya.
Masduki menekankan pentingnya pengukuran sampah secara akurat untuk mencegah manipulasi data dan kebocoran retribusi.
“Harus dianggarkan timbangan yang berdasarkan ton atau kubik agar pengukuran jelas dan tidak manipulatif,” katanya.
Soal realisasi pendapatan semester I, Masduki mengakui masih ada banyak hambatan, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Ia menyebut kondisi ini wajar terjadi di masa transisi.
“Memang banyak hambatan. Sudah ada perbaikan, tapi perlu ditingkatkan. Ini masa transisi. Normalnya nanti di anggaran reguler,” ucapnya.
Sebagai langkah strategis, Masduki merekomendasikan agar Pemkot Cilegon segera membenahi sistem pengelolaan keuangan daerah.
“Rekomendasinya jelas, buat sistem yang bagus. Jangan manual lagi,” tegasnya.
Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, yang turut hadir dalam rapat tersebut, mengakui adanya kekhawatiran terhadap capaian pendapatan.
Namun, ia menilai hal itu masih dalam batas wajar.
“Memang ada kekhawatiran-kekhawatiran, tapi itu wajar,” katanya.
Fajar meminta OPD penghasil agar lebih aktif dan agresif dalam menggali potensi PAD. Ia juga mendorong inovasi pendapatan, tanpa mengabaikan sumber-sumber yang sudah ada.
“Harapan kami ada inovasi, jangan hanya bertumpu pada PAD yang itu-itu saja. Tapi jangan juga lupa sumber yang sudah berjalan, seperti retribusi sampah, pasar, dan parkir,” tandasnya. (*)



Discussion about this post