LEBAK, BANPOS – Petani Kabupaten Lebak, Banten melakukan penanaman padi pada Juli 2025 seluas 8.000 hektare guna mendukung program ketahanan pangan di daerah itu.
“Kita berharap penanaman padi itu bisa dipanen Oktober mendatang,” kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar saat peninjauan penanaman padi di Blok Kolelet Rangkasbitung, Lebak, Banten, Selasa (22/07/2025).
Pemerintah daerah mendorong kelompok tani agar cepat melakukan tanam padi setelah panen sesuai arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman guna meningkatkan ketahanan pangan dalam upaya mewujudkan program swasembada pangan nasional dan pendapatan ekonomi petani.
Selama ini, Kabupaten Lebak sebagai daerah lumbung pangan di Provinsi Banten dengan tiga kali musim panen dalam setahun.
Bahkan, pada Agustus 2025 memasuki panen raya seluas 21.000 hektare sehingga dapat menyumbangkan ketersediaan pangan dan peningkatan pendapatan ekonomi petani.
“Kami minta petani setelah panen agar cepat kembali melakukan penanaman padi,” katanya.
Menurut dia, Kementan kini sudah membantu program pompanisasi karena diprakirakan musim tanam Agustus mendatang memasuki musim kemarau.
Program pompanisasi itu, kata dia, mereka petani bisa tanam saat musim kemarau panjang dengan menyedot sumber air permukaan.
Selain itu juga Kementan mengoptimalkan jaringan irigasi pompanisasi sehingga petani dapat terpenuhi ketersediaan pasokan air.
“Kami berharap dengan bantuan pompanisasi ini petani bisa meningkatkan indeks pertanaman (IP) dari dua kali menjadi tiga kali tanam dalam setahun,” katanya menjelaskan.
Rohmat, seorang petani Blok Kolelet Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan bahwa dirinya bersama petani lainnya di sini melakukan penanaman padi, karena adanya ketersediaan air dari bantuan pompanisasi yang menyedot air sungai Ciujung.
“Kami merasa senang adanya bantuan pompanisasi dapat menggairahkan untuk penanaman padi setelah panen,”(ANTARA)







Discussion about this post