TANGERANG, BANPOS – Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Banten mengoptimalkan peran tujuh Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Reduce-Reuse-Recycle (TPST 3R) dalam mengurangi buangan sampah ke TPA dan pusat edukasi masyarakat mengelola sampah secara mandiri.
Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi di Tangerang, Senin (21/07/2025), mengatakan setiap TPST3R mampu mengelola 250 hingga 500 kilogram sampah per harinya, tergantung skala operasional dan dukungan masyarakat setempat.
“Jika peran masyarakat lebih optimal, maka sampah yang diolah semakin banyak dan residu yang dibuang ke TPA pun tak banyak,” ujarnya.
Adapun tujuh TPS3R yakni TPST Dongkal Kecamatan Cipondoh, TPST Bina Mandiri Kecamatan Periuk, TPST Neroktog Kecamatan Pinang, TPST Karsa Mandiri Kecamatan Neglasari, TPST Sapu Pengki Kecamatan Cipondoh, TPST Widatama Kecamatan Karawaci, TPST Benua Kecamatan Karawaci.
Wawan juga mengakui jika keberadaan TPST3R ini sangat membantu Pemerintah Daerah dalam mengelola sampah. Pasalnya TPST 3R mengelola sampah dengan prinsip reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali) dan recycle (mendaur ulang).
“Ini menjadi solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA Rawa Kucing yang selama ini menjadi tempat pembuangan utama kota,” ujarnya.
Pemerintah Kota Tangerang mencatat penurunan signifikan dalam jumlah timbulan sampah karena kehadiran dan pengoperasian TPST 3R. Berdasarkan data terbaru, TPST 3R berhasil mengurangi volume sampah hingga 5,8 juta kilogram per tahun.
“Dengan pendekatan ini, sampah tidak langsung dibuang ke TPA melainkan diolah terlebih dahulu untuk memilah mana yang masih bernilai ekonomis,” ujarnya.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam penanganan sampah karena sampah adalah masalah bersama.
“Pemkot akan terus menjajaki dan mengkaji upaya-upaya untuk mengurangi sampah khususnya sampah rumah tangga dari sumbernya. Salah satunya adalah dengan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan tentunya,” kata Sachrudin.(ANTARA)

Discussion about this post