Banten Pos
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result

Pengamat: Normalisasi Kali Angke Harus Libatkan Ahli Hingga Timsus

by Tim Redaksi
Juli 15, 2025
in NASIONAL
Pengamat: Normalisasi Kali Angke Harus Libatkan Ahli Hingga Timsus

Banjir Timsus Turun Tangan

TANGERANG, BANPOS – Pengamat Tata Kota, Rino Wicaksono menyambut baik rencana Wapres Gibran yang akan melakukan normalisasi Kali Angke untuk mengatasi banjir di Ciledug, namun pendekatannya harus komprehensif melibatkan ahli dan membentuk tim khusus (timsus) lintas kementerian dan daerah.

“Jangan berhenti diinventarisasi dan wacana, tetapi harus konkret. Libatkan ahli perencanaan kota, hidrologi, dan teknik sipil. Bentuk tim khusus lintas kementerian dan daerah. Jangan biarkan ini jadi rutinitas tahunan yang terus-menerus merugikan warga,” kata Rino Wicaksono di Tangerang, Selasa.

Baca Juga

Gibran Tinjau Posko Bencana: Percepat Logistik dan Perbaikan Infrastruktur

Gibran Tinjau Posko Bencana: Percepat Logistik dan Perbaikan Infrastruktur

Desember 4, 2025
Tiba Di Tanah Air, Gibran Langsung Lapor Presiden

Tiba Di Tanah Air, Gibran Langsung Lapor Presiden

November 25, 2025
Golkar Tetap Yakin Kepada Presiden Prabowo Setelah Setahun Memerintah

Golkar Tetap Yakin Kepada Presiden Prabowo Setelah Setahun Memerintah

Oktober 20, 2025
Lifting Minyak RI Lampaui Target APBN, Menteri Bahlil Optimistis Capai Target

Lifting Minyak RI Lampaui Target APBN, Menteri Bahlil Optimistis Capai Target

Oktober 14, 2025

Dosen arsitektur Institut Teknologi Indonesia (ITI) ini menyarankan agar penanganan banjir dibuka untuk investasi publik – swasta dalam Public Private Partnership (PPP). Sebab, infrastruktur seperti kanal dan sistem drainase bisa menjadi bagian dari kerja sama yang juga memberi manfaat ekonomi bagi investor maupun UMKM lokal.

“Kalau kita hanya berharap dari APBN dan APBD, tidak akan cukup. Tapi, kalau kita tawarkan kanal sebagai peluang bisnis dan pariwisata, investor akan tertarik. Yang penting sistemnya transparan dan kolaboratif,” ujarnya.

Rino memaparkan normalisasi Kali Angke tidak bisa di satu kota saja, harus dari hulu hingga hilir, harus lintas wilayah, yakni Kota Tangerang bekerja sama dengan Jakarta, Depok, Bogor, bahkan hingga ke kawasan hulu di Jawa Barat.

Apalagi, sistem pengelolaan banjir saat ini masih belum terkoordinasi dengan baik antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota/kabupaten. Meskipun, banjir tidak mengenal batas administratif.

Misalnya, banjir di Ciledug Tangerang itu bukan sekadar akibat hujan lokal, tetapi juga karena faktor limpasan air dari wilayah hulu yang tidak tertangani secara terintegrasi.

“Air itu mengalir, bukan administratif. Jangan sampai yang kebanjiran Tangerang, tapi yang harus membenahi hanya Tangerang. Solusi yang benar adalah mengelola dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber mata air, menata kawasan bantaran, sampai ke sistem drainase dan pintu air di sepanjang jalur sungai,” kata Rino.

Rino menekankan pentingnya melakukan pemetaan topografi, kontur, dan kondisi tanah di wilayah terdampak. Banyak wilayah di Tangerang mengalami penurunan kemampuan resapan tanah akibat pembangunan masif tanpa mempertimbangkan kapasitas lingkungan.

“Kita perlu tahu dimana titik terendah, bagaimana jalur aliran air, tanah mana yang jenuh, mana yang masih bisa menyerap. Tanpa itu, solusi kita bisa salah sasaran. Data hidrologi dan hidrogeologi harus jadi dasar perencanaan,” ujarnya.

Ia mengusulkan agar kanal yang dinormalisasi difungsikan ganda sebagai long storage, yakni kanal dalam yang mampu menampung air hujan dalam jumlah besar dengan sistem pintu air yang dikendalikan secara strategis. Ia mencontohkan di negara-negara, seperti Belanda, Jepang, hingga kota-kota di Amerika Serikat.

“Kanal jangan cuma dalam dan lebar, tapi harus bisa dikontrol. Bisa dibuka-tutup saat musim hujan dan kering. Bahkan, bisa jadi transportasi, budi daya ikan atau tempat wisata. Ini bisa menjadi aset kota, bukan sekadar saluran air,” ujarnya.

Pendekatan sosial dan partisipatif juga diperlukan, lebih dari sekadar proyek fisik. Oleh karena itu, penanganan banjir harus melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi, bukan objek semata.

“Harus ada dialog. Jangan hanya data dan pendataan. Harus ada rembuk warga, participatory planning, seperti program 3M di Yogyakarta, yakni Mundur, Munggah, Madep Kali. Warga diajak untuk menata ulang permukiman di bantaran sungai,” katanya.

Pada Jumat (11/7/2025), Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengecek penanganan daerah banjir di Ciledug, Kota Tangerang, dan memerintahkan jajaran pemerintah pusat dan daerah menginventarisasi daerah/area rawan banjir, terutama yang berada di sepanjang aliran sungai.

Gibran menekankan penanggulangan terhadap bencana banjir dengan memprioritaskan perlindungan terhadap masyarakat dan mengedepankan aksi tanggap serta kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Wapres juga menyampaikan pemerintah akan membahas langkah-langkah konkret untuk penanggulangan banjir dalam waktu dekat. Pemerintah pusat dan daerah direncanakan menggelar rapat teknis untuk mengevaluasi dan mempercepat penanganan banjir, khususnya di sepanjang aliran Kali Angke. (ANTARA)

Tags: APBNBanjir CiledugGibran Rakabuming RakaRino Wicaksono
ShareTweetSend

Berita Terkait

Gibran Tinjau Posko Bencana: Percepat Logistik dan Perbaikan Infrastruktur
POLITIK

Gibran Tinjau Posko Bencana: Percepat Logistik dan Perbaikan Infrastruktur

Desember 4, 2025
Tiba Di Tanah Air, Gibran Langsung Lapor Presiden
NASIONAL

Tiba Di Tanah Air, Gibran Langsung Lapor Presiden

November 25, 2025
Golkar Tetap Yakin Kepada Presiden Prabowo Setelah Setahun Memerintah
POLITIK

Golkar Tetap Yakin Kepada Presiden Prabowo Setelah Setahun Memerintah

Oktober 20, 2025
Lifting Minyak RI Lampaui Target APBN, Menteri Bahlil Optimistis Capai Target
NASIONAL

Lifting Minyak RI Lampaui Target APBN, Menteri Bahlil Optimistis Capai Target

Oktober 14, 2025
Baru Sebulan Jadi Menkeu, Purbaya Kumpulkan 7 T dari Pengemplang Pajak
EKONOMI

Baru Sebulan Jadi Menkeu, Purbaya Kumpulkan 7 T dari Pengemplang Pajak

Oktober 9, 2025
18 Gubernur Protes ke Menkeu Soal Rencana Pemotongan Dana TKD
NASIONAL

18 Gubernur Protes ke Menkeu Soal Rencana Pemotongan Dana TKD

Oktober 9, 2025
Next Post
MUI Lebak Mengapresisi Pemerintah Coret Nama Penerima Bansos Terlibat Judol

MUI Lebak Mengapresisi Pemerintah Coret Nama Penerima Bansos Terlibat Judol

Discussion about this post

Banten Pos

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

Navigasi

  • Redaksi
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PEDOMAN PENGELOLAAN AKUN MEDIA SOSIAL
  • BANTEN POS HARI INI

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • NASIONAL

© 2025 Banten Pos - Inspirasi dan Semangat Baru Banten.

BANPOS
BANPOS App
Lebih cepat & mudah diakses
Unduh