SERANG, BANPOS – Gubernur Banten Andra Soni mengaku menjadikan pengalaman pribadinya yang hampir gagal melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi, menjadi dasar untuk melaksanakan program Sekolah Gratis.
Andra menegaskan bahwa kebijakan sekolah gratis untuk SMA dan SMK swasta bukan sekadar janji politik, melainkan cita-cita yang tumbuh dari pengalaman hidup pribadinya.
“Saya masuk SMA tahun 1992. Orang tua saya mensyaratkan saya harus masuk sekolah negeri, karena biayanya terjangkau. Kalau tidak, saya tidak bisa lanjut sekolah,” ujar Andra di Kota Serang, Rabu (9/7/2025)
Ia mengaku lolos dengan nilai pas-pasan dan hampir tidak tertampung karena terbatasnya daya tampung sekolah negeri saat itu.
Menurut Andra, pengalaman tersebut membentuk kepeduliannya terhadap akses pendidikan. Ia menyebut banyak teman seangkatannya yang harus putus sekolah karena tak bisa masuk sekolah negeri dan tidak mampu membayar sekolah swasta.
Oleh karena itulah, lanjut Andra, bersama Wakil Gubernur Dimyati, ia mengusung program sekolah gratis sebagai visi utama saat mencalonkan diri dalam Pilkada Banten.
“Alhamdulillah, masyarakat memilih kami karena program Sekolah Gratis. Harapannya sangat besar untuk mengubah keadaan keluarga mereka,” katanya.
Ia menyebut setelah dilantik oleh Presiden,program tersebut langsung menjadi prioritas utama. Berkat dukungan DPRD Banten, kebijakan Sekolah Gratis untuk SMA dan SMK swasta mulai dijalankan tahun 2025 ini.
Andra tidak menampik adanya tantangan dalam pelaksanaan. Namun ia menegaskan pentingnya tekad dan keberanian untuk mengeksekusi program yang berpihak pada rakyat.
Ia berharap program pendidikan ini akan menjadi tonggak pemerataan kesempatan di Banten. “Agar kita mampu memberikan keadilan dan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” ujar dia.
Menurut Andra, pendidikan adalah fondasi utama untuk mencetak warga yang produktif, berguna bagi bangsa, dan mengangkat derajat keluarga.
“Insya Allah, dengan doa dan dukungan, kita bisa mewujudkan Banten yang cerdas dan sejahtera,” ujar dia. (ANTARA)


Discussion about this post