TANGSEL, BANPOS – Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), akhirnya mengambil langkah untuk menyelamatkan N, bocah laki-laki yang viral lantaran dipaksa berjualan dengan kaki penuh luka.
N diselamatkan oleh Pemkot Tangsel, dan dibawa ke Rumah Aman, untuk mencegah eksploitasi dan kekerasan lebih lanjut dari ibu tirinya.
Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan mengenai keberadaan anak tersebut pada Selasa (17/6) malam.
N diamankan sementara oleh warga bernama Abizar di kawasan Pamulang.
“Ini kita baru dapat kabar anaknya ditemukan di Pamulang. Di rumah warga. Dia kabur ke tempat warga yang viralin dia di Instagram,” ujar Kepala UPTD PPA Tangsel Tri Purwanto, Rabu (18/6).
Menurut Tri, anak tersebut ternyata melarikan diri dari rumah dan mencari perlindungan ke tempat warga yang sebelumnya telah mengunggah kondisi dirinya ke Instagram hingga menjadi viral.
Usai dijemput oleh petugas, anak tersebut kini berada di rumah aman milik UPTD PPA Tangsel. Tri menyampaikan bahwa kondisi fisik anak sudah mulai membaik dan kini dalam proses pemulihan.
“Anaknya diamankan di rumah aman kita, iya kurang lebih 2 mingguan atau kurang tergantung penyelesaian nanti. Tadi dari Kementerian Sosial (Kemensos) datang untuk melihat korban bersama Dinas Sosial (Dinsos),” jelasnya.
Tri menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Kemensos dan Dinas Sosial untuk mendampingi korban secara psikologis maupun administratif.
Anak itu juga akan menjalani sesi konseling untuk membantu pemulihan traumanya.
“Kita akan konseling anaknya dan memanggil ibu nya nantinya,” sebutnya.
Tri melanjutkan, sampai saat ini pihaknya belum berhasil menemui keluarga anak N yang tinggal di wilayah Ciputat.
UPTD PPA Tangsel sempat mendatangi rumah yang bersangkutan pada Senin (17/6) tetapi hanya bertemu dengan aparatur daerah lantaran rumah N terkunci nampak tidak ada orang.
Kata Tri, timnya pun menggali informasi dari lingkungan tempat tinggal N. Akhirnya sejumlah fakta yang berkaitan dengan N terkuat satu persatu.
Dalam rumah itu, N rupanya tinggal bersama dengan ibu dan satu kakak laki-lakinya yang sudah bekerja berinisial MD.
N ternyata kerap mendapatkan perlakuan keras dari ibunya. N juga dipaksa berjualan oleh sang ibu.
Lebih parahnya lagi, jika barang dagangan yakni risol belum laku, N mendapatkan perlakuan kasar.
Sehingga tidak jarang N tidur di pos karena takut dimarahi jualannya tidak habis apabila pulang ke rumah.
N juga diketahui sudah putus sekolah sejak di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 4.
Diberitakan sebelumnya, seorang anak laki-laki berinisial N (15), yang kerap terlihat berjualan risol di kawasan Griya Pamulang Extension, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya.
Dugaan ini mencuat setelah seorang warga bernama Abizar mengunggah video dan kronologi kondisi mengenaskan Noval di media sosial viral. (BNN)

Discussion about this post