SERANG, BANPOS — DPRD Kota Serang memberikan beberapa catatan penting terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Serang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah. Salah satunya yakni, berkenaan dengan implementasi efisiensi belanja daerah.
Ketua DPRD Kota Serang, Muji Rohman, mendesak agar Pemkot Serang dapat sebisa mungkin meminimalisir pelaksanaan kegiatan yang bersifat seremonial.
Menurutnya, Pemkot Serang seharusnya lebih banyak menjalankan program-program kerja pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Catatan kami salah satunya adalah untuk kegiatan seremonial yang ada di Pemerintah Kota Serang,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya usai menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2024, Selasa (10/6).
Mengingat saat ini Presiden RI Prabowo Subianto telah menertibkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang kebijakan efisiensi anggaran belanja.
Harapannya dengan adanya kebijakan tersebut Pemkot Serang dapat lebih memprioritaskan program-program yang sifatnya pelayanan dasar.
“Dengan adanya instruksi dari presiden ini masuk di dalamnya memang harus mengefisiensikan untuk kedepannya baik untuk APBD perubahan maupun murni di 2026,” katanya.
Politikus Golkar itu juga mendorong Pemkot Serang agar bisa berinovasi dalam menciptakan sumber-sumber pendapatan alternatif untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satu potensi yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan itu adalah pengelolaan lahan parkir.
“Parkir ini potensinya bagus yang penting dikelola oleh orang yang memang satu, bertanggungjawab. Kedua itu mahir,” ujarnya.
Sementara itu dalam sambutannya, Walikota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan sejumlah capaian yang berhasil diraih oleh Pemkot Serang di tahun 2024.
Pertama terkait pendapatan, Budi mengatakan, realisasi pendapatan Pemkot Serang di tahun 2024 mencapai 98,63 persen atau sekitar Rp1,54 triliun dari pagu yang telah ditetapkan.
Budi mengatakan, capaian itu meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya pada tahun 2023 sekitar 1,97 persen.
“Realisasi pendapatan ini meningkat 1,97 persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2023,” ujarnya.
Kemudian untuk realisasi serapan di tahun 2024 disebut mengalami peningkatan sekitar 0,44 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2024 realisasi serapan belanja Kota Serang tercatat mencapai Rp1,5 triliun.
“Realisasi Belanja Tahun 2024 mencapai Rp1,5 triliun atau 94,49 persen dari pagu anggaran yang ditetapkan,” katanya.
Selain itu Budi juga menyampaikan, SiLPA tahun 2024 mengalami peningkatan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2023. Tercatat peningkatan yang terjadi lebih dari 100 persen.
“Realisasi SiLPA di tahun 2024 mencapai Rp67,02 miliar atau meningkat 175,40 persen dibandingkan SiLPA tahun 2023,” tandasnya. (TQS)







Discussion about this post